Di keremangan lorong ruang bedah aku menyangka ada tumor mengerikan yang bergelantungan di sisi wajah anjing itu, tapi saat hewan itu mendekat, aku melihat benda itu ternyata cuma kaleng s**u kental manis. Bukan berarti kaleng s**u yang mencuat dari pipi anjing adalah hal lumrah, tapi aku lega juga karena tahu sedang berhadapan dengan Theo lagi.
Aku mengangkatnya ke atas meja periksa. "Theo, kau pasti sudah memulung di tong sampah lagi."
Anjing Sakhalin Husky besar itu seakan menyeringai minta maaf dan berusaha keras menjilat wajahku. Dia tidak berhasil melakukannya, mengingat lidahnya terjepit di dalam kaleng. Namun. sebagai gantinya, dia menggoyang-goyangkan ekor dan bokongnya dengan heboh.
"Oh, Tristin-san, maaf karena terpaksa merepotkanmu lagi. Chiyo-san, pemiliknya yang muda dan m