Pada pukul sembilan pagi, tim futbol bertemu dengan para pelatih mereka di ruang loker di lapangan. Pertemuan itu tertutup sifatnya. Kedua puluh delapan pemain kulit hitam itu turut hadir, begitu juga dengan teman-teman kulit putih mereka, semua berjumlah sekitar empat puluh orang. Pertemuan itu diusulkan Akame dan Aomine. Sambil berdiri berdampingan, mereka berbicara di hadapan seluruh anggota tim. Mereka berterima kasih pada para pemain kulit putih atas keberanian mereka menggabungkan diri dengan para pemain Lobo untuk memprotes. Mereka berbicara dengan penuh kasih, bahkan cenderung emosional, mengenai adik mereka dan mengatakan kalau Furuya Satoru tidak akan menyetujui perceraiberaian. Tim futbol merupakan kebanggaan kota, dan jika tim mereka mampu memulihkan diri, maka sudah pasti ada