Canopus melihat yellow minibus no 25 yang akan mengantarkan dua orang ini pergi sebagai tim cadangan menuju hutan terlarang. Ini sudah menit ke lima belas ketika mereka memutuskan untuk bersiap setelah dipanggil sebagai anggota yang akan mencari tahu di mana rekan mereka pergi sebelumnya.
Dia sendiri masih tidak percaya harus ikut berangkat menuju tempat misi tersebut dilaksanakan. Pasalnya Canopus sendiri merasa lelah sekaligus penat untuk mengikuti misi dadakan ini!
Beberapa menit setelah semua Aenos berkumpul, Ursa pergi sejenak untuk mengambil sesuatu. Siapa yang mengira sekembalinya Ursa, dia akan segera mengumumkan dua orang daftar yang akan pergi menuju hutan mistis segera.
Apalagi status dua orang temannya yang dikabarkan hilang kontak saat ini, membuat Argus ataupun Ursa buru-buru mengirimnya pergi ke sana dalam rangka misi dadakan!
Cygnus datang dari arah berlawanan sembari membawa seperangkat tenda yang diberi oleh kementerian sebagai tempat di mana mereka menghabiskan beberapa malam, jika masih dalam kondisi selamat!
Argus mengatakan beberapa kata tentang hutan mistis yang dianggap sebagai hutan terlarang di sepenjuru dunia bawah. Dia mengatakan untuk tidak melakukan hal-hal aneh dan pastikan untuk terus bersembunyi agar tidak diketahui makhluk lain.
Ursa menambahkan untuk tidak berhenti jika kondisinya darurat, jangan menyalakan api di tempat yang tidak tepat, jangan berhenti di jalan yang tidak jelas apakah itu jalan yang rawan digunakan orang untuk lewat.
Kementerian belum menerima kabar apapun terkait dengan kondisi di hutan mistis saat ini, jadi untuk meminimalkan kemungkinan seburuk apapun, lebih baik untuk mencegahnya lebih awal.
"Kamu akan membawa barang sebanyak itu?" Canopus mengangkat alisnya dengan heran. Seniornya yang satu itu terkadang terlalu khawatir.
Karena kekhawatirannya akan kekurangan yang mungkin akan terjadi saat mereka sampai di hutan mistis, dia lalu menyiapkan bahan-bahan lebih banyak!
Sudah ada dua tas besar padahal, ditambah beberapa alat yang mungkin berguna untuk bertahan hidup. Jangan lupakan Cygnus sendiri memiliki ketakutan akan lingkungan yang gelap, maka dari itu stock senter dan cahaya jelas saja lebih banyak daripada alat lainnya.
"Tentu saja! Ini bahkan tidak cukup untuk kita hidup dua minggu lebih lama" Cygnus frustasi membayangkan itu.
Bahan-bahan yang mereka bawa itu tentu saja sudah diatur sesuai porsi mereka. Namun tentu saja mereka tidak tahu berapa hari lagi yang dibutuhkan mereka untuk hidup di hutan mistis!
Entah satu minggu ke depan mereka sudah kembali, atau mungkin butuh waktu lebih lama bagi mereka untuk kembali secara hidup-hidup!
Canopus melirik sebentar ke arah barang-barang mereka. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menemukan mereka??" Tanyanya sembari berpikir keras, apa yang akan mereka berdua lakukan sesampainya di hutan!
Entah akan langsung tertangkap atau langsung bertemu dengan sekelompok orang yang mengikuti misi ini sebelumnya?
"Aku tidak tahu pasti sih, jika saja mereka masih di pinggiran hutan itu akan lebih baik, tidak perlu susah payah menemukan mereka"
"Sayangnya jelas itu tidak mungkin!" Balas Canopus dengan sarkas.
Nael, Arcturus serta teman-temannya tidak akan berada dalam kondisi berbahaya jika masih berada di pinggir hutan! Mereka pasti sudah berada di kedalaman hutang yang medannya beberapa kali lebih sulit.
Sinyal mereka menunjukkan berada di wilayah yang tidak terjangkau oleh satelit milik kementerian.
"Yah semoga saja langsung menemukan mereka di dekat sana"
Cygnus lalu segera mengambil tas yang sudah dia siapkan. Pastikan dirinya sudah siap untuk berpergian ke hutan mistis, setelah mengecek semua barang bawaannya dan merasa yakin tidak memiliki sesuatu yang tertinggal Cygnus menoleh ke arah Canopus.
"Lalu kita berangkat?!" Tanyanya dengan ragu-ragu.
Mendapatkan misi tiba-tiba karena kasus dadakan saja sudah membuat seorang Cygnus yang tidak pernah khawatir menjadi panik seketika. Apalagi setelah Ursa mengumumkan dua nama yang akan mewakili misi dadakan ini.
"Yang akan pergi dan melihat situasi keseluruhan di hutan mistis ialah" Ursa menatap licik ke arah para wajah Aenos yang sudah mengeluarkan keringat dingin.
"Selamat pada Canopus dan Cygnus!!" Semua orang langsung berteriak lega mendengarnya.
Canopus mungkin sudah mengira ini akan terjadi, dia jelas saja akan pergi karena Argus sendiri sudah memberitahunya beberapa menit yang lalu.
Dan Cygnus langsung menatap depan dengan tatapan kaget.
Tentu saja siapa yang menyangka dirinya akan ikut terpilih? Mengikuti misi ini rasanya seperti pergi ke zona perang tanpa persiapan! Alias misi bunuh diri saja.
Dan si menyebalkan Ursa mengatakan banyak alasan tidak masuk akal hanya untuk mendorongnya ikut terlibat dalam misi ini segera.
Dan Cygnus hanya bisa pasrah menerima takdirnya itu!
"Bus ini apakah akan menunggu kita di sana" Tanya Canopus dengan takut-takut. Jika bus ini pergi setelah mengantarkan mereka maka Canopus akan lemas dalam sekejap!
Yellow minibus adalah satu-satunya penyelamat mereka apabila mereka bisa keluar hidup-hidup dari hutan itu.
Sementara mereka kali ini masih belum tahu bahaya apa yang akan menyerbu mereka nanti.
"Kurasa tidak ugh! Kementerian termasuk pelit! Mana mau dia meninggalkan bus yang bisa terpakai ke mana saja hanya untuk menunggu di depan pintu masuk hutan? Tentu saja terdengar tidak mungkin bukan" Keluh Cygnus.
Sejak 100 tahun terakhir kementerian sudah berinisiatif untuk berbenah. Melengkapi beberapa fasilitas penunjang di Underworld agar lebih mudah diakses layaknya dunia manusia atas, membuat smart zone bagi seluruh penghuni dunia bawah agar memudahkan kenyamanan dalam akses informasi penting.
Membuat alat transportasi antar dunia bawah dengan harga yang terjangkau. Kamu hanya tinggal membayar 2 ouple untuk pergi menggunakan bis ini ke seluruh tempat di Underworld!
Sangat mudah bukan?
Namun tentu saja itu tidak selamannya baik! Kendaraan yang dibutuhkan tentu saja lebih sedikit dibanding dengan orang yang mendiami seluruh dunia bawah!
Mana mau Argus membiarkan satu bus berdiam diri di situ tanpa tujuan jelas, sementara mereka saja masih bisa menggunakan bis itu untuk keperluan kementerian lainnya!
"Aku tidak heran sih" Canopus mengangguk menyetujui.
Setelah itu mereka berdua menunggu selama beberapa saat hingga supir minibus datang.
Butuh lebih dari 15 menit untuk menunggu supir itu datang! Jangan lupakan betapa lamanya para goblin berjalan. Jadi mereka bisa berangkat setelah 30 menit panjang berdebat dengan goblin itu, baru bisa masuk dengan nyaman ke dalam yellow minibus.
***
"Ooh apakah kamu sudah sadar?? Tidak tahukah kamu hampir membuatku kena geledah dan menghadapi tetua suku menyebalkan itu. Jangan lupakan betapa berantakannya kamu datang dengan kondisi mengerikan karena terluka! Ingat bagaimana kondisi mu sebelumnya hampir membuatku serangan jantung" Ucap Feign segera setelah Nael terbangun dari komanya.
Nael telah tertidur hampir seminggu karena proses pemilihan lukanya yang hampir membaik sepenuhnya. Tentunya selama Naek tertidur Feign kalang kabut menutupi kehadirannya dari para tetua galak itu.
Selama beberapa waktu ini Feign terus dicurigai telah melakukan sesuatu yang mencurigakan karena pergi terus menerus ke gudang pengobatan.
Karena luka milik Nael yang masih tergolong basah membuat dirinya harus bolak-balik pergi ke gudang obat sekaligus untuk mengambil beberapa persediaan karena luka yang dialami temannya itu tergolong cukup parah dan butuh pengobatan lebih.
Namun siapa sangka ada saja orang yang melihatnya melakukan itu! Padahal dirinya sudah cukup yakin untuk melakukannya secara sembunyi-sembunyi!
siapa yang mengira orang bosan manakah yang membuntuti dirinya mengambil bahan-bahan itu secara tersembunyi?
Namun kini dia cukup lega melihat temannya sudah dalam kondisi lebih baik beberapa jam yang lalu. Meski bekas lukanya masih tampak jelas dan wajahnya yang tampak sangat pucat masih terlihat, namun untungnya tidak separah beberapa waktu lalu.
"Apakah kamu kini lebih baik? Adakah rasa tidak nyaman karena lukamu ini, aku baru saja berniat untuk memberimu larutan anomia atau asam sulfat untuk membuatmu bangun lebih cepat!" Sarkas Feign selanjutnya.
Dirinya sudah cukup muak melihat teman yang biasanya datang sembari berceloteh ramai harus terdiam di tempat tidur dengan lemah!
"Aku merasa sangat lemah" Jawab Nael sembari tersenyum lemah. Wajahnya masih sama pucatnya seperti sebelumnya.
"Tapi sedikit lebih baik tentunya" Ucapnya buru-buru ketika melihat Feign ingin buru-buru pergi mengambil obat yang dia pasti tahu apa isinya.
Tentu saja itu bukan obat yang enak, dia tahu itu dengan pasti!
"Kalau begitu alangkah baiknya meminum obat ini" Pungkas Feign sembari memperlihatkan mangkuk kayu dengan obat berwarna gelap di dalamnya. Obat pahit yang pernah Nael coba sebelumnya.
Rasanya yang menusuk hingga lidah membuat Nael sendiri sangat enggan walau hanya mencicipi beberapa tetes saja. Rasa pahitnya sendiri tidak akan hilang hingga lebih dari 6 jam!
"Lupakan saja" Balas Nael dengan nada malas-malasan, "Aku sangat lapar karena tidak makan hampir seminggu bukan?" Lanjutnya.
Perutnya sudah kelaparan sejak tadi. Bisa dihitung beberapa hari yang dibutuhkan dirinya untuk menahan rasa lapar yang sering datang secara tiba-tiba. Dan Nael merasa dia sudah tidak punya banyak tenaga lagi untuk ribut mempermasalahkan masalah minum obat pahit itu!
Seakan teringat sesuatu Feign menepuk kepalanya dengan pelan. Kini dia punya masalah baru yang harus di urus segera, karena rumahnya sendiri tidak punya lagi bahan makanan untuk dimasak!
Semenjak pemberlakuan penutupan gerbang klan mereka, seluruh anggota memang tidak diperbolehkan untuk keluar dari gerbang tersembunyi kecuali dalam misi atau tugas khusus. Feign sendiri jarang dipanggil untuk tugas jaga, jadi selama ini dia makan mengandalkan kantin pusat klan!
Tidak ada waktu lebih hanya untuk sekedar keluar mencari beberapa persediaan pribadinya selama ini. Pikirkanlah, petugas jaga pasti juga tidak akan membiarkan dirinya pergi keluar barang sedetikpun.
Sekarang jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, butuh dua jam lagi sebelum kantin klan buka. Bahkan jika itu dianggap sebagai sarapan pagi, tidak akan banyak makanan yang tersisa pagi ini.
Dia hanya bisa menunggu hingga hidangan makan siang mulai disajikan.
"Jam makan siang masih lama tapi, jika sekarang aku meminta makanan lagi ke kantin, maka itu akan menjadi makanan sisa pagi!" Feign mengeluarkan beberapa potong roti keras yang sudah lama dia simpan di lemari penyimpannya.
"Aku hanya punya roti keras ini" Ujarnya sembari menyerahkan roti itu ke arah Nael.
Nael menatap kosong ke arah roti kering itu dengan linglung. Jelas saja makanan seperti ini bukanlah makanan yang dia harapkan ketika bangun dari koma singkatnya. Yang dia butuhkan kali ini ialah seporsi makanan lengkap seperti yang biasanya dia makan di dunia manusia!
"Tidak adakah nasi dan daging" Tanyanya dengan nada sedih. Perutnya berbunyi lapar seketika.
"Menunggu dua jam lagi, apakah kamu bisa tahan!"
Dengan berat hati Nael segera memakannya dengan pelan. Rasa lapar mengalahkan dirinya, pada akhirnya seluruh roti berakhir di perutnya.
"TOK TOK TOK"
Nael yang barusan ingin memakan potongan rotinya yang ke empat mendongak seketika ke arah pintu Ada ketukan keras terdengar dari situ. Dia terdiam sejenak, bingung harus melakukan apa.
Feign bertatapan dengan Nael dengan panik. Tentu saja siapa yang menyangka akan kedatangan tamu secara tiba-tiba?
"Siapa yang datang begitu rajin pagi ini!" Bisiknya dengan nada lemah.
Feign barusan akan membuka pintu, namun sebelum dia bisa melakukan itu sebuah gobrakan keras terdengar jelas di telinganya.
Di pintu itu menampilkan beberapa orang dengan baju yang sama dengan klan Feign.
"Jadi ini yang kamu sembunyikan selama ini!"