Ray kembali memegang tiket pesawat ke singapure yang akan dijadwalkan lusa depan. Ia jadi bimbang dengan keputusannya untuk pergi, apalagi saat melihat Angel tadi nangis seakan tak menginginkannya pergi. Tapi di sisi lain, ia ingin bertemu mamanya.
“Apa yang harus gue lakuin sekarang?” Ray menatap langit-langit kamarnya
Ray kembali menghela nafas panjangnya. Ia lantas memejamkan matanya untuk tidur malam ini.
***
Keesokan harinya di sekolah
Angel datang dengan wajah berseri, dan menyapa kedua temannya terlebih dahulu.
“Pagi gaes!”
“Pagi!” balas Shila
Shila dan Queen yang melihat sikap Angel tak seperti biasanya merasa aneh.
Angel kemudian duduk di mejanya, dan meletakkan tasnya di atas meja. Beberapa menit kemudian, Ray datang bersama anak-anak yang lain. Langkah Ray terhen