“Ray!” panggil omanya dari belakang. Ray tak peduli, ia terus berjalan meninggalkan gedung itu dan beberapa kali menabrak orang yang lewat di depannya.
“Ray!” Stefan yang baru saja keluar rapat melihat dari kejauhan anaknya yang keluar dari ruangan oma.
“Apa yang dia lakukan di sini?”
Stefan pun berlari menghampirinya. “Ray!”
Panggilan Stefan tak didengarnya, ia terus keluar dari gedung dengan penuh kekesalan.
“Ray!” akhirnya Stefan berhasil enarik tangannya.
“Papah!” kejut Ray saat tangannya ditarik oleh Stefan.
“Ray. Apa yang kamu lakukan di sini?”
Ray tertunduk tak menjawab.
“Apa kamu baru saja menemui oma?”
Ray mengangguk pelan.
"Apa yang kalian bicarakan di dalam Ray?" tanya Stefan penasaran.
Ray masih tetap bungkam. "Bukan apa-apa. Aku harus kembali ke sekolah!"