Damien menerima permintaan Sabelle untuk berbicara setelah menyelesaikan pertemuan kerjanya. Mereka memilih waktu ketika toko tidak lagi melayani pengambilan pesanan dan Shalter bersama Emily. Sabelle tidak ingin percakapan berhenti setiap kali putranya mendekat, lalu meninggalkan anak itu dengan dugaan bahwa orang dewasa sedang menyembunyikan sesuatu yang menjadi kesalahannya.
Sebelum duduk, Damien menanyakan apakah ada yang perlu dibantu untuk menutup toko. Sabelle meminta satu ember dipindahkan dari jalur pintu. Setelah itu ia mengatakan ingin langsung membicarakan kecelakaan, bukan menunggu sampai keberanian habis di antara pekerjaan kecil. Damien menarik kursi dan menunggu tanpa meminta penjelasan melalui gurauan yang biasa dipakainya ketika suasana canggung.
'Peter mengatakan dia membantuku keluar dari mobil,' ujar Sabelle.
Damien terdiam. Ia tidak tampak seperti seseorang yang baru mendengar rahasianya dibuka, tetapi tetap ada kejutan pada wajahnya. Ia mengulangi nama Peter, memastikan dirinya memahami siapa yang dimaksud. Sabelle mengangguk dan menjelaskan bahwa suaminya masih berada di kota pada hari itu karena keberangkatan tertunda. Damien menaruh kedua tangan pada lutut sebelum menjawab.
'Aku tidak melihat dia mengeluarkanmu. Ketika aku datang, kau sudah berada di luar.'
'Itu juga yang kaukatakan dulu.'
'Ya. Aku tidak tahu siapa yang membantumu sebelum aku tiba.'
Sabelle memandangnya. Jawaban tersebut tidak mengisi semua kekosongan, tetapi tepat pada batas yang sejak dulu disampaikan Damien. Ia tidak perlu mengubah ingatan agar sesuai dengan pengakuan Peter. Ada pertolongan sebelum kedatangannya yang memang tidak dilihat, dan ada pertolongan sesudahnya yang benar-benar dilakukannya sendiri. Keduanya dapat berlangsung tanpa membuat salah satu harus menjadi pembohong.
Damien menceritakan kembali bagian yang diingatnya. Ia menemukan Sabelle terluka, menghubungi ambulans, lalu membantu memastikan ia memperoleh pertolongan. Ia tidak dapat menyebut setiap wajah yang berada di sekitar lokasi setelah sekian lama. Saat itu perhatiannya berada pada perempuan yang perlu dibantu, bukan pada usaha mengetahui siapa yang telah pergi lebih dahulu.
'Jadi kau tidak bisa memastikan Peter ada atau tidak ada,' kata Sabelle.
'Tidak. Aku hanya bisa mengatakan apa yang kulihat sendiri. Aku tidak ingin mengarang kepastian supaya kau merasa lebih tenang.'
'Waktu di rumah sakit, apa kau pernah mendengar orang bertanya tentang aku? Maksudku sebelum aku menghubungimu untuk berterima kasih.'
Damien berpikir sebelum menggeleng. Ia tidak mengingat pertanyaan seperti itu yang disampaikan kepadanya. Namun ia juga tidak berada bersama petugas sepanjang waktu dan tidak dapat menyatakan siapa saja yang menghubungi rumah sakit. Sabelle mengangguk, menerima perbedaan antara tidak mendengar dan memastikan tidak pernah terjadi. Pengakuan Peter sendiri sudah cukup jelas mengenai pilihannya tidak mencari. Ia tidak perlu memaksa Damien memberi jaminan tambahan tentang sesuatu di luar pengetahuannya.
Kalimat itu membuat Sabelle menarik napas lebih panjang. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak datang mencari bantahan. Ia sudah lama mengingat wajah Peter di dekat mobil, tetapi menganggapnya mungkin tercampur kerinduan dan benturan di kepala. Kini wajah itu memperoleh penjelasan dari orang yang mengaku berada di sana. Ia perlu memisahkan penjelasan tersebut dari hal yang sungguh diketahui Damien, supaya tidak menuntut saksi bagi sesuatu yang tidak disaksikannya.
Damien menanyakan bagaimana keadaan Sabelle setelah mengetahui semuanya. Perempuan itu mengatakan masih marah, masih berterima kasih, dan lelah mendengar pikirannya sendiri mencoba membuat dua hal itu saling membatalkan. Ia tidak menyampaikan rincian kejadian Shalter dahulu. Percakapan mengenai dirinya tidak berarti ia boleh membuka semua pengalaman putranya kepada orang lain, sekalipun orang itu telah sangat dekat dengan keluarga.
'Aku juga tidak ingin kau berpikir bantuanmu dulu menjadi kurang berarti,' katanya.
'Kau tidak berutang menjaga perasaanku saat mencoba memahami kejadian yang menimpamu.'
Damien berhenti sejenak sebelum menambahkan bahwa ia senang Sabelle memperoleh jawaban, meskipun jawaban itu tidak menyenangkan. Ia tidak bertanya apakah Peter kini mempunyai kesempatan kembali. Pertanyaan tersebut ada di kepalanya, terlihat dari jeda yang sempat membuatnya memandang lantai, tetapi ia memilih tidak menaruhnya di meja saat Sabelle sedang membicarakan peristiwa yang melukainya.
Sabelle menyadari penahanan itu. Kedekatan mereka selama bertahun-tahun tidak pernah sepenuhnya bebas dari harapan yang tidak diucapkan. Ia sendiri pernah nyaman pada perhatian Damien, pada kesabaran lelaki itu dengan Shalter, serta kehadiran yang tidak selalu meminta penjelasan. Namun malam itu ia tidak ingin memberi kesan jawaban mengenai Peter otomatis merupakan keputusan mengenai Damien.
'Aku belum memutuskan apa yang akan kulakukan tentang pernikahanku,' ujarnya.
'Aku mendengar.'
'Aku mau kita tetap jelas soal itu.'
Damien mengangguk. Ia mengatakan percakapan ini tidak menuntut Sabelle memberi kabar tentang status mereka. Mereka masih berteman sebagaimana yang telah dibicarakan. Jika ada pembicaraan lain yang perlu dilakukan suatu hari, pembicaraan itu harus mempunyai waktunya sendiri, tidak diselipkan sebagai balasan atas bantuan di jalan atau latihan basket bersama anak.
Di luar toko, kendaraan lewat dengan suara yang biasa. Sabelle sempat menoleh ketika mendengar rem, lalu kembali menghadap Damien. Tidak ada jaminan semua ketakutan akan lenyap karena satu percakapan. Ia hanya semakin tahu bagian mana yang telah dijawab, bagian mana yang belum, dan siapa yang dapat menemaninya tanpa menawarkan kepastian palsu mengenai hal yang tidak dilihatnya.
Mereka berdiri ketika waktu yang disepakati selesai. Damien memastikan ember yang dipindahkan tadi tidak menghalangi pintu belakang, kemudian mengambil tas kerjanya. Ia tidak menawarkan hadiah atau rencana mendadak untuk membuat Sabelle melupakan hari tersebut. Ia hanya menanyakan apakah perempuan itu sudah mempunyai kendaraan pulang. Sabelle mengatakan sudah, dan Damien menerima jawaban itu tanpa menuntut menjadi orang yang mengantar.
Setelah ia pergi, Sabelle menulis beberapa kalimat di belakang catatan pertemuan dengan Peter. Damien menemukan dirinya di luar mobil dan memanggil ambulans; ia tidak menyaksikan pertolongan sebelumnya. Tulisan tersebut tidak perlu dibagikan kepada siapa pun. Bagi Sabelle, cukup ada tempat menyimpan jawaban yang benar-benar diterima, sehingga ia tidak harus membongkar seluruh percakapan setiap kali rasa ragu datang kembali pada malam yang sunyi.