Peter mengantar Shalter pulang sesuai rencana, dengan tas yang sedikit lebih sulit ditutup dan cerita yang jauh lebih banyak daripada barang. Anak itu berlari kepada Sabelle, memeluk, lalu segera ingin menunjukkan buku gambarnya. Ayahnya menyampaikan kabar yang perlu diketahui sebelum berpamitan. Tidak ada permintaan masuk lebih lama sebagai penutup perjalanan. Janji Disneyland telah ditepati, termasuk membawa anak kembali dengan kabar yang jelas kepada ibunya.
Foto pribadi dari perjalanan disimpan setelah Shalter memilih gambar yang disukai. Sebagian ditunjukkan kepada Emily dan Frank, tidak diteruskan sebagai bahan membicarakan Peter kepada pelanggan bengkel atau toko. Mobil karton tetap berada di tempatnya, pita kuning masih terpasang. Shalter meletakkan benda kenangan perjalanan di dekatnya, lalu mengganti tempat karena menurutnya terlalu penuh. Ia mempunyai banyak hal untuk diingat tanpa harus mengubah kamarnya menjadi bukti sebuah keluarga baik-baik saja.
Bulan-bulan kemudian berjalan melalui kegiatan yang lebih biasa. Shalter melewati ulang tahunnya yang kesembilan dengan perayaan sederhana yang tidak dijadikan pengumuman hubungan orang dewasa. Peter hadir sesuai kesepakatan dan tidak menganggap hari anak sebagai kesempatan meminta kembali Sabelle. Emily serta Frank menikmati waktu bersama cucu, lalu tetap mempunyai pekerjaan dan rencana sendiri sesudah acara selesai.
Toko bunga bertahan melalui pelanggan yang kembali serta pengaturan kerja yang terus ditinjau. Lina tetap membantu pada jam yang disepakati. Ada pesanan yang diterima, ada yang ditolak karena tidak sesuai kemampuan, dan ada kesalahan kecil yang diperbaiki sebelum sampai kepada pelanggan. Sabelle tidak berubah menjadi pemilik usaha besar hanya karena orang kini mengenal namanya. Ia menjadi lebih teratur menjaga pekerjaan, waktu, serta hak meminta bantuan tanpa menyerahkan seluruh keputusan hidupnya.
Hubungannya dengan Damien mulai berubah setelah perceraian benar-benar selesai dan keduanya memilih waktu untuk saling mengenal. Mereka beberapa kali bertemu tanpa kegiatan anak sebagai alasan. Ada makan bersama, berjalan singkat, percakapan tentang pekerjaan, serta perbedaan pendapat mengenai hal kecil yang tidak selalu berakhir dengan salah satu langsung mengalah. Sabelle belajar menyebut ketidaksukaan tanpa meminta maaf karena mempunyai pendapat.
Pada salah satu pertemuan, ia mengatakan ingin menjalani hubungan sebagai pasangan dengan pelan. Damien menyampaikan keinginan yang sama. Tidak ada rumah yang langsung digabung, tidak ada jadwal Shalter yang diubah sebelum dibicarakan. Mereka menjelaskan kepada anak sesuai kebutuhannya ketika hubungan mulai cukup jelas, tanpa meminta ia memberi izin agar Mommy boleh bahagia atau memanggil Mien dengan sebutan berbeda.
'Daddy tetap Daddy?' tanya Shalter pada waktu itu.
'Tetap,' jawab Sabelle. 'Hubunganku dengan Mien tidak mengganti ayahmu.'
Anak itu masih mempunyai pertanyaan pada hari-hari berikut, tetapi tidak dipaksa menerima semuanya melalui satu percakapan. Damien tetap bermain dengannya ketika ada waktu yang disetujui, dan tetap mempunyai pekerjaan serta batas sendiri. Kedekatan mereka tidak lagi dibangun dari dugaan bahwa setiap bantuan akan dibalas dengan hubungan. Ada pilihan yang kini disebut jelas oleh dua orang dewasa, lalu dijalani tanpa menuntut anak menjadi alasan mereka bertahan.
Peter mengetahui perubahan yang relevan melalui pembicaraan pengasuhan, bukan dari Shalter yang diminta menyampaikan kabar. Ia merasakan cemburu yang tidak langsung hilang, tetapi tidak menjadikannya pertanyaan kepada putra. Tanggung jawab yang telah disepakati tetap berjalan. Bila pekerjaan perlu membawanya pergi sementara, ia mengabarkan sebelum jadwal bertabrakan dan menjaga komunikasi sesuai rencana. Ia tidak mengulangi tiga tahun dengan alasan anak kini mempunyai orang lain yang dekat.
Pada suatu sore, Sabelle menutup toko setelah memastikan pesanan esok siap. Damien datang sesuai janji untuk menemaninya berjalan sebentar setelah urusan anak jelas. Ia meminta menunggu ketika masih ada kartu yang perlu diperiksa, dan lelaki itu menerima tanpa mengatakan pekerjaan selalu lebih penting daripada dirinya. Setelah selesai, Sabelle mengunci pintu dengan tenang. Ia dapat mempunyai pasangan tanpa kembali menghapus semua hal yang ingin dijaga.
Di rumah Emily dan Frank, Peter sedang menemani Shalter pada waktu yang sudah disepakati. Anak itu membawa buku sekolah, bola, serta pertanyaan mengenai nada yang pernah didengarnya saat latihan. Setelah tugas disimpan, Peter mengambil gitar yang dibawa atas permintaan. Ia tidak mengubah sore menjadi latihan kerja panjang. Ia memainkan bagian singkat, berhenti ketika Shalter ingin bertanya, lalu mencoba lagi sesuai kemampuan keduanya.
'Daddy salah tadi,' kata Shalter dengan yakin.
'Bagian yang mana?'
Anak itu menunjuk seolah nada dapat ditemukan di udara. Peter tertawa, mencoba memahami, lalu menerima ketika putranya menjelaskan dengan bunyi yang tidak persis sama. Tidak ada orang merekam untuk menunjukkan betapa menyentuh hubungan mereka. Emily berada di dekat dengan kegiatannya sendiri, sementara Frank menanyakan apakah mereka ingin minum sebelum melanjutkan.
Sebelum waktu pulang, Shalter menyerahkan selembar kertas. Kali ini bukan gambar mobil yang dahulu tetap disimpannya. Ada gambar Daddy memegang gitar dan tulisan yang harus dibaca perlahan karena beberapa huruf terlalu rapat. Anak itu mengatakan kertas tersebut memang dibuat untuk diberikan. Peter menerima setelah memastikan, lalu membacanya tanpa menyuruh putra mengulangi di depan telepon.
'Penggemar terbesarmu,' ia membaca pelan.
'Tapi Daddy juga harus dengar aku,' Shalter menambahkan. 'Bukan cuma aku dengar Daddy.'
Peter menatapnya, lalu mengangguk. Ia tidak menjawab dengan janji bahwa tidak akan pernah salah lagi. Ia mengatakan akan mendengarkan dan menerima bila perlu diingatkan. Ketika Shalter mulai bercerita tentang sesuatu di sekolah, gitar diletakkan di tempat aman. Ayahnya memandang, menunggu kalimat yang sempat terputus, lalu menanyakan apa yang terjadi sesudahnya.
Di luar, sore terus bergerak tanpa tepuk tangan. Sabelle menjalani kehidupan yang dipilih, Damien berjalan di samping tanpa mengambil alih, dan keluarga tidak lagi menunggu satu orang menentukan apakah mereka boleh melanjutkan hari. Di dalam rumah, Shalter bercerita sampai selesai. Peter tetap duduk mendengarkan. Untuk anak yang pernah menunggu sebuah janji selama bertahun-tahun, kehadiran itulah yang kini membuat lagu Daddy mempunyai tempat berbeda: bukan suara dari jauh, melainkan seseorang yang ada ketika ia memanggil.
TAMAT