"Bagaimana Nott? Kau sudah membuat area hutan terlarang menjadi netral?"
"Sudah Nyonya. Saya sudah membuat hutan itu jadi area yang netral. Setelahnya tidak akan adalagi kekuatan sihir yang bisa bereaksi disana. Mahluk yang akan mencelakai Nona Freya akan otomatis lenyap!" ungkap Nott penuh dengan kebanggaan. Dia telah menyelesaikan tugas dengan baik.
***
Mata Gotta membulat sempurna. Saat di depan matanya saat ini ada sebuah kelabang raksasa yang besar, bukan. Gotta tidak yakin jika hewan melata itu adalah kelabang. Mengingat pada saat ini ada banyak sekali kaki dari hewan tersebut.
Sejenis kaki seribu, namun panjangnya mencapai puluhan meter. Bahkan besar kaki kakinya jauh lebih besar dari pada batang pohon yang saat ini mengelilingi Freya dan juga Gotta. Jelas saja Gotta ketakutan dan makin merapatkan tubuh pada Putri Retori. Sayang, Freya seakan tidak peduli dan tetap melanjutkan tidur.
Freya benar benar sudah kelelahan dan butuh waktu untuk bisa memulihkan tubuhnya. Jika di paksakan dia akan semakin melemah.
"Freya... mereka tidak akan memakan kita, kan? Maksudnya... kaki hewan itu sangat besar. Sepertinya siap membuat tubuhku remuk!"
Gotta berbisik pelan, sangat pelan sekali. Hingga nyaris tidak terdengar. Rasanya dia ingin lari jika saja tadi Freya tidak memperingati dirinya agar tidak pergi dari tumpukan ranting meski hanya seinci pun. Gotta ingin jaminan jika dia tetap akan selamat meskipun binatang itu terasa sangat mengancam.
"Dia tidak akan bisa mendekati kita meski tepat ada di depan matamu. Sudahlah tenang saja. Yang perlu kamu lakukan hanya diam Gotta. Dan biarkan aku tidur!" rasanya Freya sudah lelah seharian ini mendengar Gotta bicara panjang lebar. Sekali kali. Gadis itu harusnya diam saja.
"Baiklah. Aku akan diam saja"
Meski berusaha keras untuk tenang. Namun Gotta sangat ketakutan sekarang ini. Dia seakan tidak pernah tenang akan segala mara bahaya yang sedang mengintai.
"Baiklah Gotta. Tenang. Kamu harus tenang dan yakin jika tidak akan ada yang bisa untuk menyakitimu. Meski gadis yang ada di sampingmu sangat menyebalkan. Tapi dia adalah putri raja. Nyonya Gerld tidak akan membiarkannya mati dengan begitu saja. Tenang. Semua pasti akan baik baik saja!"
Mata Gotta masih tetap waspada saat kelabang raksasa itu makin mendekat. Dia masih meyakini ucapan dari Freya, jika tidak akan ada yang bisa untuk menyakiti dirinya selama ia ada di tumpukan ranting yang telah dimantrai oleh Freya.
"Freya kau yakin dengan ucapan mu? Kenapa aku tidak ya? Kelabang itu makin mendekat Freya. Dia memakan tumpukan ranting kita. Freya...."
Gotta makin memundurkan tubuh. Sebagian ranting pohon yang susah payah dia tumpuk bersama dengan Freya telah dimakan habis oleh kelabang itu. Jika kelabang itu sanggup untuk meremukkan ranting yang keras. Lalu bagaimana nasib dirinya?
Meski berulang kali dia mencoba tetap tenang. Tapi percuma saja. Karena Gotta makin berkeringat dingin hingga terus menggoyangkan badan Freya yang pada saat ini sedang tidur terlelap.
"Freya...!"
"Ck... Gotta bisakah kamu diam dan tidak menganggu aku tidur? Kau sangat merepotkan!" maki Freya dengan kesal. Saat Gotta terus saja membuat tubuhnya bergoyang.
Padahal Freya sudah mengatakan agar Gotta tidak mengganggu istirahatnya. Namun sepertinya itu tidak di dengar dengan baik oleh gadis dari Irni itu.
"Ta-tapi itu?" tunjuk Gotta pada kelabang yang pada saat ini sedang berdiri tepat di hadapan mereka berdua.
Semua ranting yang Gotta dan Freya tumpuk hampir habis karena dimakan oleh binatang itu. Hanya menyisakan beberapa saja yang pada saat ini sedang di diduki Gotta dan Freya.
"Ini tidak mungkin!" gumam Freya tidak percaya. Saat kelabang sudah siap untuk menjadikan mereka kudapan.
Seharusnya kelabang itu tidak mampu melihat keberadaannya. Namun yang terjadi. Kelabang itu dengan mudah merusak mantra yang dia punya.
Freya tidak percaya dan segera melihat ke arah tangannya sendiri. Dia sangat yakin jika dia tidak salah membaca mantra. Namun entah apa yang terjadi. Justru keberadaannya mampu untuk di deteksi oleh binatang purba itu.
"Freya... jangan bilang kalau kamu tidak bisa menahan kelabang ini untuk memakan kita? Bukannya kamu sendiri yang bilang. Jika aku dan kamu akan aman jika tetap berada di ranting ini? Kau tidak sedang menipu aku kan?"
Perasaan Gotta mulai tidak enak. Dia yakin jika pada saat ini, telah terjadi sesuatu yang buruk.
"Gotta... Klan Irni sangat pandai membuat orang menghilang kan? Bisakah kamu mencoba untuk menghilangkan aku dan dirimu sendiri. Sekarang coba lakukanlah"
Freya masih mencoba tenang. Dia harus bisa menghadapi masalah kali ini dengan kepala dingin. Freya yakin kalau dia sudah memantrai dengan benar. Sayang sepertinya itu tidak berhasil.
Tidak mau seperti sebelumnya yang kebanyakan bertanya. Kali ini Gotta melakukan sesuai apa yang diperintahkan oleh Freya. Dia berusaha mengerahkan segala kemampuan yang dia punya.
Gotta fokus dan mencoba untuk membuat dirinya menghilang. Namun itu tidak berhasil dan justru tidak bereaksi apapun.
"Freya... aku tidak bohong. Tapi kekuatan ku mendadak menghilang. Aku tidak bohong. Sungguh Freya. Aku tidak bisa membuat kita berdua menghilang" Rasa panik langsung saja menyeruak dari dalam hati Gotta saat kekuatannya langsung saja menghilang.
Hanya sihir semudah itu. Seharusnya Gotta tidak perlu kesusahan. Dia sudah melakukannya sejak dia kecil. Namun entahlah. Gotta sendiri bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya hingga dia tidak bisa menggunakan kekuatan sama sekali.
"Pasti ada yang salah. Semua kekuatan menghilang. Tidak salah lagi. Gerld pasti telah membuat hutan ini menjadi netral hingga tidak ada satupun kekuatan yang akan berfungsi. Semua akan percuma saja!"
Freya sendiri tidak yakin dengan apa yang hendak dilakukan oleh Gerld hingga membuat dirinya berada dalam kesusahan. Kalau ini dibiarkan terus terjadi. Maka bukan tidak mungkin. Yang akan mati dalam hutan terlarang ini bukan hanya satu atau dua orang. Tapi semua.
Entah apa yang sedang difikirkan oleh Gerld. Yang pasti Freya sangat menyayangkan segala keputusan dari orang nomor satu di Acavalati itu.
"Apa? Lalu kita? Nasib kita bagaimana Freya? Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak ingin mati sekarang. Astaga!"
Gotta mengusap wajahnya dengan frustasi. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Agar bisa segera keluar dari hutan terlarang yang pada saat ini sangat mengerikan itu.
Sedari tadi. Mereka hanya terus dalam keadaan yang terdesak. Berkali kali mereka dalam bahaya dan hampir saja mati.
"Apa kaki mu kuat?" tanya Freya secara tiba tiba.
"Lumayan. Kenapa?"
"Meski aku terlihat sangat lemah. Tapi sebenarnya aku sangat kuat. Jadi?"
"Jadi apa?"
"Jadi saat aku bilang lari. Maka lari!"