Freya terpingkal. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Aldric saat ini. Pasti pria itu tengah mengumpati dirinya sepanjang hari karena telah merubah pria itu menjadi sebuah patung berwujud kera. Padahal siapa pun pasti tahu. Kalau selama ini Aldric tidak pernah berhenti untuk memamerkan betapa tampan wajah nya. Hingga kadang kadang telah membuat dirinya menjadi muak. Jika sudah seperti saat ini. Apa mungkin Aldric akan kembali sombong?
Putri Retori itu sangat berharap jika tidak ada yang pernah menemukan Pangeran Bath yang telah dia ubah jadi patung itu.
Dirinya tidak akan mau untuk mengubah Aldric seperti semula. Sebelum pria itu bersujud di kakinya. Freya sudah bulat akan tekad yang dia miliki.
"Haha... aku jadi tidak sabar untuk untuk melihat kepanikan semua orang karena mencari Aldric yang hilang. Rasakan kau Aldric. Kesombongan yang kamu miliki telah merubah kamu menjadi kera!"
Semua itu juga sebagai balas dendam. Karena Aldric selalu saja menghina dia tidak punya bakat. Sekarang kalau sudah begini apa yang bisa dia lakukan?
Silahkan saja Aldric menangis darah. Itu tidak akan membuat Freya kasihan. Justru akan membuat Freya makin bangga dan senang.
"Suara apa itu? Seperti suara Nyonya Gerld?"
Freya bangkit dari ranjang dan melihat ke arah luar. Dimana pada saat ini Nyonya Gerld tengah memarahi Nott, sedang pria itu justru tengah kelelahan karena membawa sebuah benda yang ditutup oleh kain.
" Nyonya Gerld? Nott? Sedang apa mereka. Seperti nya dia kesusahan untuk membawa sesuatu. Apa itu?"
Freya makin memicingkan mata dan mencoba untuk melihat apa yang dibawa oleh Nyonya Gerld. Namun dia tetap tidak dapat melihat dengan jelas. Sontak saja hal itu makin membuat Freya penasaran.
Angin bertiup dengan kencang, sampai pada akhirnya kain yang menutup sesuatu yang dibawa oleh Nott terbuka. Dan berapa terkejutnya Freya saat melihat siapa yang ada di dibalik kain itu.
"Aldric? Astaga... Gerld yang menemukan dia? Ck... kenapa nasib baik selalu saja menghampiri dia si! Aku tidak bisa menerima ini!"
Freya kesal bukan main. Saat melihat ada orang yang menyelamatkan Aldric. Terlebih orang itu adalah Gerld. Jika seperti ini. Maka Aldric akan cepat terbebas dari sihir yang dia lakukan. Sontak saja Freya menghentak hentak kan kaki.
"Semoga Gerld tidak pernah bisa mengubah kamu lagi Aldric!" ungkap Freya dengan sumpah.
***
"Tuan... Putri Freya kalah dalam penilaian seleksi kali ini. Pangeran Aldric dan partnernya yang tidak di ketahui dari Klan mana menenangkan pertandingan."
Tangan kanan Retori yang bernama Kudra. Memberi laporan pada Tuannya itu. Dia memberitahu kan segala hal yang terjadi dalam Acavalati. Termasuk Freya yang di paksa untuk kalah dari Aldric dan Arabella yang berasal dari Klan rendahan.
Para orang orang Retori sudah bekerja sekeras mungkin untuk membuat Freya menjadi pemenang. Namun siapa yang sangka jika Aldric lebih kuat dari pada yang di fikirkan oleh semua orang.
Freya kalah dan harus di permalukan. Mungkin hal ini akan membuat Retori tersinggung dan merasa kalau harga dirinya diinjak injak.
"Apa? Kenapa hanya mengalahkan anak ingusan seperti Aldric kalian tidak mampu apa yang kalian bisa?"
Retori sungguh tidak terima jika putri yang dia cintai di kalahkan oleh Aldric. Padahal segala cara telah dia lakukan untuk membuat Freya jadi juara, namun kenyataan tetap nihil.
"Maaf Tuan, semua di luar kehendak kami. Pada awalnya kami fikir Tuan Putri akan keluar sebagai pemenang. Namun tidak di sangka, di akhir pertandingan, Pangeran Aldric keluar dari hutan dengan selamat dan membawa dua hasil buruan yang sangat hebat. Bukan hanya itu Tuan, tapi Pangeran Aldric... memperlakukan Tuan Putri di depan semua orang. Dia bilang kalau Nona tidak bisa melakukan apa apa. Dan bisa masuk Acavalati karena bantuan Anda. Pangeran Aldric bahkan membongkar kalau semua kekuatan Tuan Putri adalah bantuan Anda dan Nyonya Gerld!"
Kudra tahu kalau mungkin saja pada saat ini Retori akan mengibarkan bendera perang pada keluarga Bath karena telah membuat harga diri putri Raja sangat rendah.
Meski semua yang di katakan oleh Kudra adalah kebenaran. Namun Retori tidak akan mau memaafkan Aldric.
Retori tahu jika satu satunya anak tersisa yang dia punya tidak cukup punya kemampuan. Dan karena itu, dia memaksa dan terus mendorong Freya agar jadi Juara.
Raja hanya tidak mau jika seluruh penghuni Kwanta akan meragukan keturunan yang dia punya dan hendak mengganti dengan orang lain. Raja akan tetap berjuang membuat Freya terlihat hebat dan tidak mampu untuk di kalahkan oleh siapa pun. Termasuk juga Aldric.
"Kurang ajar. Aku akan memberi pelajaran pada Aldric. Dia belum tahu siapa aku. Kudra... beri tahu Gerld kalau aku akan kesana dan mencabut nyawa Aldric secara langsung!"
Tidak ada ampun. Jika Aldric berani untuk mengusik Freya. Itu artinya Aldric berani untuk mengusik diri nya.
Pangeran Bath itu harus mati di tangannya. Saat ini juga.
"Maaf Tuan. Nyonya Gerld sudah memberi tahu, kalau dia tidak akan ikut campur masalah Tuan Aldric dan Putri Freya lagi. Semua akan di jalan kan secara alami. Hingga di dapatkan pemenang yang sesungguhnya. Nyonya Gerld bilang ingin melihat secara jelas siapa yang terkuat. Tidak peduli Tuan Aldric atau Putri Freya."
Kenyataan ini mungkin juga akan menyakiti hati Retori. Tapi dia sudah tidak dapat melakukan cara yang curang untuk dapat membuat Freya berjaya.
Mulai sekarang ini. Freya harus membuktikan diri sendiri. Tidak akan ada lagi yang bisa untuk membantu nya.
"Semua orang mulai membangkang. Jangan salah kan aku jika aku menghancurkan mereka secara bersama sama!"
Tangan Retori telah terkepal dengan kuat. Dia tidak akan sanggup untuk diam saja. Sekalipun tidak ada yang mau untuk membantu dirinya. Maka Retori akan bergerak dengan caranya sendiri.
Memang, Retori tidak di perbolehkan untuk ikut campur dalam urusan Acavalati. Tapi sebagai Raja. Retori tetap bisa melakukan apa yang dia mau.
"Tapi sepertinya anda tidak perlu risau Tuan ku. Karena Nyonya Freya sudah memberi pelajaran yang sangat berharga untuk Pangeran Aldric. Sebuah pelajaran yang seumur hidup tidak akan pernah di lupakan!"
Senyum Kudra mengembang sangat lebar. Dia yakin jika kabar pada saat ini begitu di sukai oleh Retori. Kudra jamin kabar yang kali ini mampu membuat Retori menghentikan seluruh kemarahan yang sedang dia rasakan.
"Apa?"
"Putri Freya telah merubah Pangeran Aldric menjadi patung kera."
Retori mengumbar senyum. Kabar yang pada saat ini dia dengar sangat menarik dan membuat dia bahagia.
"Aku tahu kalau putri ku pasti bisa untuk di andalkan. Tidak akan pernah mengecewakan aku!"
Retori sangat bahagia. Jika seperti ini keadaannya maka semua menjadi satu sama. Dia berharap jika Aldric tidak akan mampu kembali ke wujud aslinya.
"Kudra... buat Aldric tidak mampu kembali ke wujud aslinya. Aku tahu kalau di Acavalati hanya Naemy yang mampu melakukan itu. Buat Naemy tidak pernah di temukan lagi. Aldric... harus menanggung semua konsekuensi karena telah menghina putri ku."
Ini adalah cara balas dendam paling baik yang bisa di lakukan oleh Retori. Dia akan menyingkirkan Aldric selama lamanya dari Acavalati. Tidak akan ada yang ingat jika pernah ada seseorang bernama Aldric di Kwanta.