"Tidak. Ini tidak benar. Ayah sudah meninggal, kenapa masih ada disini?"
Arabella menggelengkan kepala dengan kuat. Dia menampik yang pada saat ini sedang ada dilihatnya. Semua terasa tidak dapat dia terima dengan logika atau pun akal sehatnya.
Bagaimana mungkin, Ayahnya yang sudah mati, tiba tiba bisa hidup lagi? Ini pasti hanya ilusi yang Arabella ciptakan sendiri.
Memang benar, Arabella begitu merindukan sang Ayah, namun bukan berarti dia gila dan percaya kalau sang Ayah hidup.
Arabella memejamkan mata, dan mencoba untuk menenangkan diri. Setelah dia tenang dan membuka mata, dia yakin, semua ini akan hilang.
Seperkian menit, Arabella menutup mata dan kini membuka mata, namun... semua tidak menghilang.
Nerthus, Baladia dan Sang Ayah, masih tetap disitu dengan menatap bingung k