Jack selama ini dikenal sebagai sosok dosen jenaka dengan integritas yang begitu tinggi. Ia merupakan pria berdarah campuran dari Arizona dan Iranjia. Sang ayah yang merupakan orang berdarah asli Iranjia membuatnya menetap di sini sejak kecil bersama ibunya. Mereka telah tinggal di Iranjia berpuluh-puluh tahun lamanya dan hidup bahagia.
Selama bekerja di universitas kenamaan bangsa yang tak lain dan bukan ialah Universitas Tenggara, Jack Hannes telah menorehkan banyak prestasi dan sumbangsih pada lembaga pendidikan tinggi tersebut. Sejak SMA pun, pria bertubuh tinggi itu sudah dikenal jenius dan sering kali menjadi perwakilan Iranjia dalam ajang olimpiade internasional.
Prestasi-prestasi itulah yang membuat namanya melambung dan dikenal beberapa ilmuwan di luar negeri. Meskipun begitu, ketika dewasa Jack justru memilih untuk menetap di dalam negeri dan mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Tenggara. Ia pun juga diangkat sebagai dosen dengan posisi penting di usianya yang masih muda di sana.
Nama bangsanya tengah dipertaruhkan saat ini. Seluruh dunia sedang membicarakan Iranjia. Setelah heboh dengan kedatangan mutasi virus baru dari negeri ini, sekarang masyarakat di luar sana justru membicarakan tentang pernyataan Edelton yang menuduh Ex-0 berasal dari sini. Jack sama sekali tidak pernah menduga jika pernyataan seperti itu yang akan dikeluarkan oleh negeri pentolan Eropa tersebut.
“Profesor Jack, kami sudah menghubungi staf kepresidenan terkait hal ini. Mereka mengatakan akan mengadakan konferensi pers jam sembilan nanti agar suasana masyarakat lebih kondusif,” ujar Adam Hillary tiba-tiba sembari menghampiri pria jangkung yang sedari tadi melamun itu.
Jack pun langsung terperanjat kaget dan mengalihkan fokusnya kepada pria dengan setelan jas kantor di depannya itu. Rino yang mengerti kalau kedua orang penting ini akan melakukan pembicaraan serius pun segera undur diri dari hadapan mereka dan menyusul teman-temannya yang lain.
Bagaimana pun juga, hari ini kondisi lab sedang kacau. Tiga regu yang telah dibagi dalam pembuatan proyek vaksin ini bercampur dan berkumpul menjadi satu untuk menyelidiki pernyataan dari Edelton kemarin malam. Tahun baru yang harusnya menjadi titik balik kehidupan menuju ke arah yang lebih baik justru membuat Iranjia seperti semakin terpuruk. Bangsa ini mendapatkan masalah yang terus berdatangan tiada henti.
Setelah Rino undur diri pada keduanya, Adam tampak mendudukkan dirinya di kursi sebelah Jack Hannes.
“Apakah keputusanmu hari ini tepat?”
Ucapan dari profesor itu langsung menarik perhatian Ketua Sepkai Farmasi tersebut. Ia pun sontak memandang Jack dengan senyuman tertahan. Mata Adam berkedip beberapa kali, berusaha untuk menangkap apa maksud dari pria ini. Meskipun begitu, hasilnya nihil. Ia tak mengerti arti dari ucapan Jack itu.
“Apa yang kau maksudkan?”
“Aku rasa pengalihan tugas untuk menyelidiki pernyataan Edelton kemarin itu salah.”
Kali ini Adam hanya bisa memandang Jack di sampingnya sembari diam membisu. Pria ini entah mengapa merasa cocok dengan profesor yang punya kepribadian sebelas dua belas degannya tersebut. Setiap hal yang diomongkan oleh Jack akan mudah diterima olehnya dan begitu pula sebaliknya. Meskipun awalnya Adam menilai Jack buruk dan selalu berspekulasi yang tidak-tidak tentang dosen Universitas Tenggara ini, nyatanya ia selalu saja mengobrol dengan pria itu sejak kedatangannya ke lab ini bulan lalu.
“Tugas kita hanyalah membuat vaksin dan mengembangkan obat untuk meringankan risiko sakit dari mutasi zeta yang baru, bukan lainnya. Jadi, biarkan hal ini menjadi urusan negara dan pemerintahan lalu kita tetap fokus pada apa yang ingin kita lakukan,” sambung profesor dari jurusan mikrobiologi tersebut.
Untuk sesaat, Adam tak menjawab apa pun. Ia menghela nafas sebentar lagi menyiratkan pancaran mata yang serius.
“Mungkin kau benar soal pernyataan tadi tapi, tetap saja. Apakah dirimu terima jika Iranjia dituduh melakukan hal seperti itu? Sebagai warga negara di sini, mana mungkin aku membiarkan ada orang lain yang berucap segampang itu menghina bangsa ini,” jawab Adam.
“Bukankah penyelidikan ini sangat tidak efektif? Selain faktor waktu dan modal, kita sama sekali tak tahu kapan penyelidikan kita ini akan membuahkan hasil.” Jack masih menatap sekeliling, dimana para profesor lain saat ini terlihat kebingungan. “Dari pada mengharapkan sesuatu yang sama sekali tak jelas, bukankah lebih baik kita fokus pada proyek vaksin dan obat?”
Adam merenung untuk beberapa saat. Apa yang diutarakan oleh Jack Hannes tadi ada benarnya juga. Apakah ia begitu emosi semalam hingga berambisi membuktikan kalau dugaan Edelton itu salah? Secara tak langsung, hal itu memaksa dirinya untuk meminta seluruh kru yang bertugas di sini agar membuktikan hasil penelitian dari lembaga Universitas Herminton itu. Meskipun begitu, ia masih tak setuju apabila Iranjia dikambinghitamkan atas virus yang telah meneror dunia selama setahun kemarin.
“Menurutmu, apakah tuduhan Edelton kemarin berdasarkan fakta?” Adam melirik ke arah Jack yang masih asyik melamun. “Aku bukan ahli di bidang mikrobiologi maupun virologi sepertimu, jadi kau pasti punya pendapat sendiri terkait ini.”
“Aku tidak tahu.”
“Apa?”
“Kau pernah mendengar tentang mad cow disease?”
Alis Adam mengernyit. “Penyakit sapi gila? Aku pernah mendengarnya namun, belum pernah menemui kasus itu selama aku hidup di Iranjia.”
“Sejak awal kemunculan virus Ex-0 di Seraporl akibat seseorang memakan daging sapi, pikiranku terus saja mengarah pada penyakit itu. Tapi, beberapa ilmuwan dunia membantah kalau itu tak ada hubungannya dan kemungkinan besar kalau virus ini alami dan baru muncul.”
Adam terlihat mengangguk-anggukan kepalanya. “Aku ingat kejadian itu di awal tahun kemarin.”
“Seperti yang kau tahu, banyak ilmuwan membantah hal tersebut karena penyakit sapi gila tadi tidak disebabkan oleh virus melainkan dari prion. Akan tetapi, menurut instingku Ex-0 dengan mad cow disease itu berhubungan satu sama lain. Pernyataan dari Edelton kemarin telah membuktikan jika Ex-0 ini bukan virus alami, melainkan sebuah patogen yang telah ada sejak dulu.”
Mad cow disease atau penyakit sapi gila adalah gangguan otak akibat mengonsumsi daging sapi yang terinfeksi. Penyakit ini ditandai dengan gangguan emosi yang diikuti penurunan fungsi saraf secara bertahap.
Dalam dunia medis, penyakit sapi gila yang secara spesifik menyerang sapi dikenal dengan nama bovine spongiform encephalopathy (BSE). Dinamai penyakit sapi gila karena sapi yang terkena penyakit ini cenderung agresif dan mengamuk.
Pada manusia, penyakit sapi gila dikenal dengan istilah variant Creutzfeldt-Jakob Disease (vCJD). Penularan penyakit sapi gila ke manusia biasanya terjadi akibat mengonsumsi daging sapi yang terjangkit BSE. Hal ini memiliki latar belakang yang sama dengan Ex-0, di mana pada awalnya virus tersebut muncul akibat seseorang memakan daging sapi hereford di Seraporl.
Agen penyakit ini diduga berasal dari struktur protein yang disebut prion. Prion yang tidak mati pada temperatur mendidih ini berkumpul di sistem saraf termasuk mata. Prion juga sangat tahan terhadap segala macam tingkat keasaman, pendinginan, dan pembekuan. Protein ini baru inaktif setelah dipanaskan dengan otoklaf (alat pemanas dengan tekanan tinggi) pada suhu 134-1380 C selama 18 menit.
Pada umumnya, protein ini tidak berbahaya. Hanya saja jika mengalami perubahan bentuk, maka protein dapat menjadi infeksius (sesauatu yang bersifat menginfeksi) dan mengganggu proses biologis normal pada tubuh.
Jack menjelaskan semua hal itu pada Adam. Keduanya berbincang cukup lama membahas mad cow disease tersebut. Tak lupa mereka juga saling bertukar pendapat. Ketua dari Sepkai Farmasi tersebut tampaknya mendapatkan pandangan lain terkait Ex-0. Karena bagaimana pun juga, dirinya juga memiliki insting kalau kedua hal itu saling berkaitan.
Hal yang menjadi alasan utama kenapa Jack Hannes percaya bahwa penyakit sapi gila dan Ex-0 ini saling terhubung adalah adanya kemiripan gejala antara mereka. Pada tahap awal, penyakit sapi gila memengaruhi emosi dan perilaku penderitanya. Penderita sering kali merasa cemas, depresi, dan mengalami gangguan tidur. Selain itu kemampuan berpikir dan mengingat dari orang yang mengidap penyakit ini akan menurun. Ia juga selalu tampak murung.
Beberapa ahli juga mengatakan kalau sebenarnya mad cow disease itu memiliki kesamaan dengan Alzheimer. Tentu saja, Adam yang mendengar kata Alzheimer pun langsung teringat dengan mutasi varian zeta baru yang muncul di negara ini beberapa bulan lalu. Pasien yang terpapar mutasi zeta sama sekali tak mampu mengingat apa pun. Hal itu sudah cukup baginya untuk membuktikan hubungan antara kedua penyakit tersebut.
Setelah sekian lama berbincang, Adam Hillary pun menghela nafas panjang. Ia melirik ke arah jam dinding yang telah menunjukkan pukul setengah delapan lebih. Percakapan antara dirinya dengan Jack tadi telah membuat ketua dari Sepkai Farmasi itu memiliki pandangan baru. Ia pun berdiri dan menatap seluruh kru yang bertugas di lab ini.
“Perhatian semuanya!”
Beberapa ilmuwan serta kru yang terus sibuk dengan kegiatannya masing-masing sejak tadi langsung menoleh ke arah Adam. Hal itu juga dilakukan oleh Rafa dan teman-temannya yang lain. Mereka memandang heran ke arah Adam. Pria itu saat ini berdiri tenang di depan mereka dengan tatapannya yang begitu serius.
“Aku telah membuat keputusan baru. Kita semua akan menyudahi penyelidikan terkait kebenaran dari pernyataan Edelton semalam.”
Para ilmuwan pun langsung bertanya-tanya kenapa. Pasalnya mereka semua juga tidak terima jika negara ini dituduh begitu saja. Mereka akan melakukan segala cara untuk membuktikan jika Iranjia itu bersih dan tak melakukan tindak kejahatan apa pun apalagi sampai membuat senjata biologis seperti Ex-0 ini.
“Tugas kita hanyalah membuat vaksin dan obat untuk meringankan rasa sakit dari paparan mutasi zeta yang baru. Oleh karena itu, kita harus mempercayakan penelitian terkait pernyataan Edelton semalam ke pemerintah Iranjia. Kita harus yakin jika pemerintah saat ini tengah mengupayakan hal terbaik untuk membersihkan nama Iranjia dari tuduhan jelek tadi.”
“Bukan kewajiban kita untuk ikut campur dalam urusan kedua negara ini. Salah sedikit saja, maka kita akan memperburuk hubungan antara Iranjia dan Edelton ke depannya. Ini bukan soal medis saja melainkan sudah masuk ke dalam taraf hubungan diplomatik antara dua negara,” lanjut Jack Hannes yang masih duduk santai di tempatnya tadi.
Adam pun mengangguk. Beberapa ilmuwan dan kru yang berada di lab ini tampaknya mengiyakan pernyataan itu. Apa yang dikatakan oleh Jack dan Adam tadi adalah kebenaran. Mereka hanya masyarakat sipil dan urusan ini sebenarnya adalah urusan pemerintah.
“Staf kepresidenan Iranjia akan melakukan konferensi pers jam 9 nanti. Untuk sementara, kita akan merapikan lab dulu. Kalian bisa beristirahat sejenak sembari menunggu hasil konferensi itu. Apa pun itu nantinya, kita akan bekerja seperti biasa untuk melanjutkan progres pembuatan vaksin ini setelah konferensi pers itu dilakukan. Apa kalian mengerti?”
“Siap, dimengerti!”