Karena namanya saja hidup, pasti punya ragam cerita yang enak untuk di ulas. Entah baik atau pun buruk. Mata netizen berhak untuk melihat. Dan mulut-mulutnya yang julid, terbiasa memberi penilaian.
Ada kalanya di beri nilai baik karena memang dianggap baik. Namun buruk, jika di lihat dengan cara yang buruk pula. Kita sebagai objek bully-an hanya mengikuti pasaran masyarakat untuk bagaimana dalam bersikap.
Sama halnya dengan hubungan yang patut untuk di jaga. Untuk saling memberi komentar dan teguran. Untuk saling memperbaiki dan terus belajar. Semboyannya saja: belajarlah sampai ke negeri Cina. Lalu kenapa dengan sebuah hubungan yang harus di tuntut untuk saling belajar. Bukan cuma pendidikan umum saja yang perlu belajar sampai ke liang lahat nantinya.
Penting.
Itu saja jawabannya.
P