Jika tahu akan seperti ini pada akhirnya … patut bila Mija merasakan sesal yang tak berujung. Merasa bahwa hidup yang di jalani selama hampir 25 tahun menjadi sangat sia-sia.
Yang pada akhirnya membawanya kembali untuk berada di sini. Bersama bahagia yang sesungguhnya. Bersama harapan yang mestinya sejak dulu dirinya raih. Bersama dengan takdir yang memang sudah Tuhan gariskan.
Merasa bahwa sisa hidupnya tidak berarti. Mija tepiskan dendam yang kian hari menyurut. Karena tahu apa yang harus dilakukannya.
Rasanya lucu, kan?
Saat ada dendam dan sakit yang hendak di balaskan. Dunia menuntut kita untuk berdamai dengan keadaan. Sementara keadaan perlahan terus mencekik dan hampir membunuh. Otak di banting, hati di tikam. Tapi di paksa menebar senyum agar tidak memperlihatkan lukanya.
Se