Penyair Arab pernah berkata:
‘Betapa banyak tempat yang pernah disinggahi oleh seorang pemuda, tapi kerinduannya selalu kepada tempat yang pertama.”
Ke situlah ia kembali.
Pulung membaca kata-kata itu dan menerapkan dalam obrolannya bersama Maha semalam. Meski sudah berhenti dan Maha seolah-olah tidak ingin mengungkitkan. Tapi Pulung tahu. Maha hanya sedang berusaha menjadi suami yang baik. Maha hanya sedang berjuang untuk merekatkan dua keluarga yang retak akibat kesalahpahaman. Dan Maha hanya sedang ingin memberikan isi dunia kepada Pulung, yang tidak ternilai dengan sebuah nominal. Yakni: keluarga.
Pulung tahu itu baik. Pulung tahu maksud Maha yang seperti itu karena suaminya pernah hidup sendirian dengan perjuangan yang keras. Dan lebih dari apa pun, Pulung tahu bahwa Maha ingin me