Tidak membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Esok hari, Pulung sudah bisa kembali ke rumahnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari apa pun. Kembali ke rumah memang menjadi bayangan Pulung setelah satu malam menginap di sana. Berkumpul bersama keluarga jauh lebih menenangkan ketimbang di rumah sakit dengan fasulitas yang memadai. Sekeren apa pun tempat yang kita temui jika bukan rumah sendiri, bukan sesuatu yang bisa di katakan nyaman. Versi Pulung seperti itu.
Meski ruangan VIP yang Maha pesan, tetap saja auranya berbeda. Tembok dengan cat berwarna putih terlalu monoton dalam pandangan Pulung. Jendela kaca yang menampilkan pemandangan lampu gemerlap di luar kota Jakarta, terlalu jauh untuk Pulung jangkau. Serta bau obat-obatan yang menyengat indra penciumannya, tidak pernah Pulung suka