Tidak ada yang tahu makna dari setiap pertemuan. Bisa saja dengan orang yang tidak kita duga sebelumnya … menjadikan diri ini lebih baik.
Maka kata-kata di atas sungguh pas untuk di sematkan pada diri Maharaja Askara. Yang sedang tegang maksimal di depan ruang persalinan. Kedua tungkai kakinya tak mau berhenti. Hanya berselang detik untuk selanjutnya berjalan mondar-mandir bak setrikaan.
Semuanya panik. Semuanya tegang. Dan semua yang hadir di sini punya tugas masing-masing dalam hatinya. Untuk berdoa dan saling menguatkan satu sama lain. Bukan sesuatu yang buruk. Ini murni euforia membahagiakan yang mendebarkan untuk kemudian di sambut dengan tawa.
“p****t kamu ada pakunya?” Pertanyaan Lyra sungguh sarkas. “Duduk!”
Dan Maha tidak menggubris sama sekali. Kelakuannya tak ubahnya remaja