Berbincang dengan Alara Senja amatlah menyenangkan. Buktinya, Pulung sampai lupa waktu dan membuat Samudera menganggur di luar kamar kostnya. Sedang dua wanita berstatus Ibu Rumah Tangga itu cekakak cekikik weka-weka di dalam kamar.
Mengobrolkan banyak hal mulai dari A sampai Z, dari ujung pulau ke pulau yang lain berakhir di ngalor ngidul arah mata angin. Tidak juga membuat Samudera misuh-misuh. Bocah lelaki itu dengan anteng mengganyem salad buah bawaan Pulung dan mencoret-coretkan tintanya ke atas kertas putih.
“Tugas apa?”
Suara Naomi menginterupsi. Sang empunya pun berdiri canggung di hadapan Samudera dengan cengiran khasnya.
“Tante Pulung di dalam.”
Samudera memang sangat to the point. Tapi Naomi tidak marah apa lagi kesal. Bocah berambut panjang itu pun tahu betul tabiatnya.
“