“Papa saya pernah berkata begini: Jika kamu benar-benar menyukai seseorang, berteman dengan mereka akan lebih baik daripada mengencani mereka.” Nanda terkekeh merasa menyesal tidak mendengarkan nasihat tersebut. “Waktu itu saya masih remaja untuk memahami apa maksudnya. Sampai akhirnya saya mengerti setelah tahu apa maksudnya.”
“Jadi apa?” tanya Axel sembari menyeruput kuah ramennya.
Ini pertemuan keduanya. Tidak tahu siapa yang memulai dan siapa yang menyetujui untuk pertemuan ini. Baik Axel mau pun Nanda ingin menciptakan obrolan yang berujung pada saling berbagi kesakitan. Dan alih-alih mengangkat topik berat, Axel lebih memilih kedai makanan Korea demi mengisi perutnya.
Hari ini cukup melelahkan, Hyung. Axel butuh asupan.
“Mungkin, biar nggak sakit hati.” Nanda mengedikan bahunya.