Axel pulang. Tidak ke rumah orangtuanya melainkan ke pintu di sebelah unit Nanda. Rasanya … entahlah. Axel mendadak ingin di sini berlama-lama. Bahkan tadi, sempat Axel abaikan telepon mamanya. Yang berakhir dengan sederet isi chat memintanya untuk makan malam di rumah.
Namun lagi-lagi enggan Axel lakukan dan memilih membalas dengan alasan bertemu relasi.
Konyol.
Pepatah lama mengatakan: terlalu cepat jatuh cinta besar kemungkinan akan berakhir dalam sekedip mata. Dan meski mencoba untuk menyangkalnya … berkali-kali hanya kubangan perasaan besar itu yang menguasai.
Axel merasa dirinya aneh. Tidak seperti dirinya yang seperti hari-hari biasanya. Ada sesuatu lain yang menyemayani jiwanya.
“Nggak mungkin gue kesurupan!” gerutunya kesal. Sembari melucuti pakaiannya, isi kepala Axel teru