Axel inginnya ikut masuk. Saat sudah sampai di rumah sakit dan para perawat langsung membawa Nanda menuju ruang persalinan. Seperti sudah ada skenarionya, dokter yang biasa memeriksa Nanda pun sedang ada praktek di jam larut.
Perasaan Axel campur aduk. Antara senang, lega dan deg-degan. Semuanya brek jadi satu di rasakannya. Mau di bilang senang, ya senang. Siapa, sih yang nggak senang mau punya anak dari cewek yang dirinya suka. Lega, karena dokter yang biasa menangani Nanda ada di tempat. Bisa langsung membantunya persalinan dan tanpa melakukan pemeriksaan yang panjang. Sudah tahu kondisi Nanda saat terakhir kali di check up. Dan deg-degan. Woilah, ini masih menjadi hal yang baru untuk Axel dan first time—jangan lupa. Jelas sudah Axel nggak karuan rasanya.
“Kamu sudah nyiapin semuanya