"Rafaela, ayo ceritakan … perjalananmu," pinta Miya yang penasaran. "Sudah lama aku tidak mendengar tentangmu saat kau…." Miya menggantung ucapannya, seakan sulit untuk mengutarakan apa yang ada dalam hatinya.
Rafaela menatap ke arah Miya. "Kau pasti sangat marah dan membenciku, kan?" tanyanya ragu-ragu.
"Ah, bukan begitu. Memang saat itu aku sangat marah. Tapi tidak padamu saja, pada semuanya, terutama … pada Alucard." Miya menundukkan kepala.
Rafaela mengambil tangan Miya dan menggenggamnya. "Miya, aku minta maaf kalau selama ini menyakiti hatimu. Pasti kau berpikir kalau aku sebagai penyebab kau dan Alucard berpisah. Iya, kan?"
Miya terdiam beberapa saat.
"Aku tidak bermaksud merusak hubungan kalian seperti apa yang orang-orang katakan. Alucard dan aku hanya berteman. Kami meng