"Granger! Berhentilah membuat orang kesal dengan musikmu itu!" tegur Miya.
"Ah, diamlah … Miya. Kau tahu, musikku adalah suara terindah di dunia!" ujar Granger dengan penuh percaya diri. Itu membuat Miya dan Rafaela memutar mata malas.
Granger terdiam sejenak, matanya memperhatikan ke arah Rafaela. Memindai tubuh wanita itu dari kaki sampai ujung kepala. Lantas ia berkata, "Kau … Rafaela, bukan?"
"Ehm!" Rafaela mengangguk.
"Ah, sudah lama kita berjumpa. Terakhir kali kita bertemu saat …." Pria itu menggantung ucapannya.
"Saat di Moniyon. Saat itu kita sama-sama kabur dari pada monster dan tentara iblis." Rafaela menyambung.
"Ah, iya." Granger tertawa kecil. "Ngomong-ngomong bagaimana musikku, bagus sekali, kan? Hm?" Granger menaikkan kedua belah alisnya, meminta pendapat Rarafae