"Baiklah, kita putuskan untuk jalan kaki saja!" ucap Dave sembari meloncat dari kereta.
"Sepertinya memang tidak ada cara lain." Devina ikut turun dari kereta.
Rafaela menganggukkan kepalanya. "Kalau kalian tidak apa-apa ya aku setuju untuk meninggalkan kereta ini di sini. Tapi, aku akan tetap membawa kudaku. Tidak mungkin aku meninggalkannya di sini," ujar Rafaela.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita masuk jalan ini!" ajak Valir.
"Kau duluan yang harus masuk!" Nana mendorong tubuh pria itu hingga memasuki jalan tersebut.
Begitu masuk ke dalamnya, Valir langsung merasakan dunia yang berbeda. Semua tumbuhan dan apa pun yang ada di sana warnanya biru kehitaman. Suasananya juga sangat mencekam. Kemudian di susul yang lainnya yang mulai masuk satu persatu.
"Hutan apa ini?" tanya