"Kenapa kau kembali?" tanya Nana pada Rafaela.
"Valir bilang dia tidak mau dibantu. Dia mau melawan naga itu sendirian," kata Rafaela.
"Ah, si sombong itu! Biarin saja dia. Kita lihat, apakah dia akan bertahan dengan serangan naga itu!" Nana melipat kedua tangannya di perut dengan angkuh. Kedua sorot matanya menatap ke atas, melihat pertarungan Valir dan Nagasaki.
Nagasakit mulai menyerang Valir dengan api birunya. Sementara Valir mulai mengeluarkan jurusannya. Ia bergerak lincah di atas udara. Berhasil menghindar dari semburan naga berkali-kali.
"Wah, dia benar-benar kstaria yang hebat!" puji Dave saat melihat aksi Valir di atas sana.
"Bagaimana bisa penyihir itu menguasai teknik bela diri di udara?" Nana memicingkan mata penuh curiga.
Di atas sana, Valir melakukan gerakan memu