"kau oke Airy?" tanya Melisa padaku saat dia numpang sarapan di apartemen ku "yeah im oke" kataku lemah aku tak bisa tidur dan tak tidur sama sekali mataku sudah seperti panda rambutku sudah seperti singa entah bagaimana bentukku saat ini "oke aku sudah selesai dengan sarapan ku sekarang mulailah ceritamu" 1 jam yg lalu Melisa tiba2 datang ke tempatku membawa sarapan bubur ayam dan mengajak ku sarapan bersama tapi saat mengetahui kondisiku dia hanya mengangkat kedua alisnya sambil bertanya "apa lagi sekarang?" .
Kuceritakan kejadian semalam mulai saat pak Radit menelpon ku sampai apa yg terjadi di apartemen ku "jadi dia anak laki2 yg kau sukai saat masih smp dulu Ry?" tanya Melisa dan aku hanya mengangguk "kau masih mempunyai rasa kepadanya?" aku menggeleng lalu sedetik kemudian mengangguk"entahlah" jawabku tapi saat aku mengingat ciumannya aku seperti merasakan sesuatu seperti perasaan lega dan sesuatu yg selama ini ku rasa kosong seperti terisi dan aku merasa aku menyukai perasaan itu "mandilah kita pergi nonton lalu temani aku belanja karna kulkas ku benar2 gak ada isinya" kata Melisa "apa aku bisa menolak" tanyaku "tentu tapi ku pastikan besok aku tak ingin mengenalmu lagi" ancamnya membuatku bangun dengan malas dan pergi ke kamar mandi.
Aku hanya mengenakan jumpsuit pendek berwarna coklat s**u dan sepatu flat serta mini bag untuk tempat handphone dan dompet kecil agar terlihat simpel.
Kami menuju salah satu mall di dekat apartemen kami yg berjarak sekitar 15 menit saja setelah nonton kita pergi makan siang di salah satu restoran fast food di mall tersebut sebelum melanjutkan acara belanja kami.
Saat makan tiba2 datanglah seorang wanita cantik ke meja kami "anda yg bernama Airy?" tanya wanita itu dan ku jawab "iya saya sendiri,apa kita saling kenal?" tanyaku tiba2 aku ingat siapa wanita ini, dia istri pak Radit "aahh iya saya Tasha bisa kita bicara sebentar mbak Airy?" tanya perempuan itu ku jawab dengan anggukan lalu pergi sedikit menjauh dari Melisa.
Kami hanya diam untuk beberapa saat lalu dia membuka suara "Apa dia masih di tempatmu?" itu kata2 pertama yg Tasha ucapkan"jangan kaget,aku tau dia pasti mencarimu dan aku berharap kau tidak besar kepala karna dia mendatangimu semalam" aku hanya diam memperhatikan wanita itu bicara "terjadi sedikit kesalah pahaman di antara kami dan aku pastikan suamiku tidak akan mendatangimu lagi dan aku harap kau tak cari perhatian padanya saat di tempat kerja" lanjutnya sambil memandang ku dengan remeh "Ibu Tasha saya tidak pernah sama sekali mencoba mencari perhatian suami anda karna saya yakin saya bersikap profesional di tempat kerja"balasku
"dan satu lagi saya tidak berminat bermain dengan suami anda jadi mohon perhatikan lagi suami anda agar tidak tiba2 datang ke apartemen seorang perempuan menjelang pagi" tutupku lalu pergi dari hadapannya lalu menarik Melisa pergi meninggalkan restauran itu.
Saat di supermarket Melisa menanyaiku tentang perempuan itu dan ku ceritakan semua "waaahh hebat...kau jangan mau kalah dengannya karna kau memang tidak salah,,dan jangan sampai kau tergoda oleh kata2 bos baru kita" kanta Melisa menasehati ku "kau pikir aku gila mempercayai kata2 laki2 itu begitu saja?" kataku terbawa emosi kepada Melisa "hohohoho jangan marah tar aku beliin ice crem deh" goda Melisa padaku "gak usah ayo cepat pulang aku pingin lanjutin tidur aja" kataku tetap sewot pada Melisa.
Hari senin tiba dan saat aku memgerjakan pekerjaan ku tiba2 telepon di mejaku berbunyi "Ibu Airy pak Radit memanggil anda ke ruangannya."kata suara seorang perempuan di sebreang telpon sana yg ku tahu adalah sekertaris pak Radit "baiklah saya akan segera ke sana,,apa yg perlu saya siapkan untuk pak Radit?" tanyaku kepada sekertaris itu "Beliau tidak mengatakan apapun hanya meminta anda datang ke ruangannya"katanya "oohh.. baiklah saya akan segera ke sana"lanjutku lalu menutup telepon itu.
"silahkan masuk Bu Airy pak Radit sudah menunggu anda" kata sekertaris itu "baik trimakasih"kataku
saat di dalam ruangannya ku lihat dia sedang membaca beberapa berkas2 yg aku tak tahu berkas apa itu "duduklah dulu aku akan menyelesaikan ini sebentar" katanya tampa melihatku dan aku duduk di kursi depan. meja kerjanya.
1 menit 2 menit sampai 5 menit berlalu saat aku mencoba bangkit dari kursi dia tiba2 menutup berkas yg ada di tangannya "duduklah dulu Airy kita bicara" katanya,aku tak menjawabnya dan kembali duduk di kursi yg tadi ku tmpati dia hanya menatapku dengan pandangan yg tak bisa ku artikan "jika bapak hanya diam seperti ini lebih baik saya kembali ke ruangan saya keran pekerjaan saya sangat banyak di akhir bulan ini"kataku dengan tegas kepada pak Radit "Airy...apa kamu memikirkan kata2 ku kemarin?" tanya nya padaku "kata2 bapak yg mana?dan apa kita bertemu selain di kantor?" aku balik bertanya dengan nada yg dingin "pliss...aku mohon apa yg aku katakan padamu adalah hal sebenarnya meskipun aku belum bisa menceritakan semua kepadamu tapi ku mohon kamu memikirkan apa yg aku katakan padamu kemarin"katanya dengan suara yg lembut padaku "maaf pak Radit saya harap kita hanya kenal sebagai atasan dan bawahan saat bekerja dan tidak saling mengenal di luar jam kerja"kataku lagi"jika tidak ada hal yg ingin anda bicarakan mengenai pekerjaan saya akan kembali ke ruangan saya,,permisi" dia hanya terdiam sambil menatapku keluar dari ruangannya.