Nama Arsya dan Dede membuat Arman tersenyum penuh makna. Mereka semua berada di fase yang hampir sama. Bedanya hanya urutan waktu.
Arman merangkul Tanti lebih erat. "Sabar ya. Tiga atau empat tahun lagi itu nggak lama. Kita sudah lewat perjalanan yang panjang juga."
Tanti terdiam sejenak. Perjalanan mereka memang bukan tanpa ujian. Jarak Kuala Lumpur dan Jakarta bukan hanya soal penerbangan dua jam, tetapi soal jadwal yang tidak selalu sejalan, soal ego yang kadang muncul, soal rindu yang tidak selalu bisa diobati dengan panggilan video.
"Kita pernah hampir menyerah juga," ujar Tanti pelan.
Arman mengangguk. "Tapi nggak jadi, kan?"
"Nggak jadi," jawab Tanti mantap.
Arman menghentikan langkahnya. Ia memutar tubuh Tanti agar menghadapnya sepenuhnya. Sorot matanya berbeda kali ini, lebi