"Paling abis ngomongin masa depan," sahut Aki owie.
Yang lain tertawa.
"Nggak apa - apa, A' ...daripada ngomongin masa lalu, pasti mukanya nggak gini," sahut eyang Nino, dan mereka tertawa lagi.
Di sisi lain lobi, kelompok perempuan berkumpul di sofa besar juga. Mama Ana duduk tegak dengan ekspresi serius yang sudah sangat dikenal oleh adik - adiknya. Di sampingnya ada Mama Indah, sementara Tante Indha dan Tante Mihra duduk berhadapan, mendengarkan dengan penuh perhatian, juga Tanti dan Dede di sofa yang sama.
Topik pembicaraan mereka berbeda. Bukan soal pemandangan kota, melainkan soal rencana keberangkatan Kakek dan Nenek yang akan ikut Tante Mihra ke Swiss setelah dari London nanti.
Mama Ana menarik napas panjang sebelum mulai berbicara.
"Pokoknya jangan terlalu sering bawa Ayah