"Gayanya jangan terlalu serius, kali, Sya, nanti dikira kau mau daftar lagi," goda Tanti.
Arman menyahut, "Kalau daftar lagi, kita semua ikut pindah ke sini saja."
Eyang tersenyum bangga. "Tempat seperti ini yang melahirkan banyak pemikir besar."
Yangti Sarah menimpali, "Tapi jangan lupa, ilmu itu bukan cuma dari kampus. Pengalaman juga penting."
Eyang mengangguk setuju. "Makanya habis ini langsung belajar praktik di lapangan."
Arsya menoleh, memahami maksud Eyangnya.
"Iya, Eyang."
Mereka menyusuri halaman hijau luas yang biasa dipakai mahasiswa duduk membaca. Mama Indah dan Mama Ana berfoto bersama di dekat taman bunga yang tertata rapi. Tante Mihra sibuk memotret detail ukiran pintu tua, sementara Tante Indha bertanya pada pemandu tentang sejarah perpustakaan kuno yang berdiri se