"Dan dekat?" tanya Arsya santai.
"Dekat karena sering sama - sama tugas. Bukan dekat yang lain."
Dede menoleh ke Tanti. "Dengar itu ya."
Tanti akhirnya bicara. "Aku nggak nanya."
Arman tersenyum kecil. "Tapi aku jawab."
Arsya dan Dede tertawa.
Mobil melambat karena lampu merah.
"Dulu itu kita sering ketemu karena tugas. Dia gampang akrab sama siapa aja. Sama aku juga begitu. Tapi nggak pernah ada hubungan apa - apa. Sama yang lain dia juga gitu kok."
"Dia suka sama abang?" tanya Dede tanpa filter.
Arman tertawa pelan. "Nggak tahu. Nggak pernah dibahas. Dan aku juga nggak pernah mikirin ke sana."
Arsya melirik sekilas. "Tapi dulu waktu Tanti cemburu itu gara - gara apa sih?" tanya Arsya yang entah betul-betul lupa atau hanya ingin memancing nostalgia itu.
Tanti mendesah pelan. "K