Kantor kecil jasa cari orang itu dibuka di gang Pintu Air di atas warung Bu Tarmi yang berdiri lagi dengan lebih dari yang dibakar, dan pembukaannya adalah pembukaan yang tidak pernah diumumkan dengan cara yang besar: dengan satu papan kecil yang ditulis tangan dengan huruf yang tidak terlalu rapi — JASA CARI ORANG — dan dengan satu meja kecil di ruang kecil di atas warung itu, dan dengan satu buku tulis anak sekolah yang berdiri di atasnya dengan daftar orang yang ditemukan yang ditulisnya dengan tangan yang lebih mantap dari tangan-tangan yang menulis halaman-halaman buku tulis pertamanya.
Dan Linda datang seminggu sekali sebagai rekan tidak resmi dengan cara yang sudah lama dibacanya akan datang dari dirinya sendiri sejak malam ia berdiri di kantor dukcapil dengan jasa yang diakui resmi: dengan satu anak yang dibawanya di minggu-minggu pertama untuk membacanya bekerja dengan cara yang benar dari dekat, dengan buku-buku catatan kecilnya yang berdiri dengan cara yang sama dengan buku tulis anak sekolah Mursid dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca dari kertas-kertas resmi mana pun, dan dengan satu jalur yang berdiri dari kantor dukcapil ke kantor kecil di atas warung itu dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca dari kertas-kertas resmi mana pun juga: jalur untuk orang-orang yang hilang yang dicari Mursid dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca surat resmi mana pun, dibantu dengan jalur resmi yang dibaca Linda dari dalam dengan kaki yang benar.
Ruang kecil di atas warung itu dibacanya dari sudut ke sudut di pagi pertamanya dengan cara orang membaca rumah pertama yang berdiri dengan kaki yang benar: tangga kayu di samping warung yang berbunyi di papan ketiga, satu jendela kecil yang menghadap gang dengan debu proyek tol yang menari di cahayanya kalau sore, bau kuah soto yang naik dari bawah dengan cara yang tidak pernah bisa dibaca dari kantor-kantor resmi mana pun, dan satu colokan listrik yang dibayarnya patungan dengan Bu Tarmi dengan perhitungan yang ditulis benar di kertas kecil yang ditempel di dinding. Dan di hari pertama berdirinya, yang datang bukan order — yang datang adalah gang itu sendiri: Bang Jul dengan dua ojeknya membawa satu kursi bekas yang masih kuat, Bu Nah dengan satu termos es untuk tamu-tamu yang akan datang dengan mata yang sudah lama tidak tidur, dan anak-anak gang yang berdiri di tangga membaca papan kecil dengan huruf yang tidak terlalu rapi itu keras-keras dengan suara sekolah yang baru: jasa cari orang. Dan Mursid membacanya dari meja kecilnya dengan dada yang hangat — kantor yang dibuka bergotong royong oleh kampung yang sudah belajar membaca orang asing adalah kantor yang tidak bisa dibakar dengan cara yang sama dua kali, dan gang itu membacanya dengan benar seperti biasa.
Dan Linda membaca ruang kecil itu di kunjungan pertamanya dengan mata yang sudah lama membaca dari dalam kertas-kertas resmi, dan berkata satu kalimat sambil menurunkan anaknya di kursi bekas dari Bang Jul: "Kantor paling kecil yang pernah kulihat, Mas Mursid. Dan jalurnya paling panjang — dari sini ke orang-orang yang enggak pernah sampai ke kantor mana pun."
Dan tarifnya tetap, dengan cara yang sudah lama dibacanya akan datang dari dirinya sendiri sejak malam ia menerima order pertama dari perempuan yang menggadaikan gelang dengan harga yang lebih murah dari harga yang seharusnya: lima ratus ribu seminggu, dan empat ratus untuk yang menggadaikan gelang — dan harga itu tidak pernah berubah sejak malam pertama itu, dan tidak akan pernah berubah, dan itu ditulisnya di bawah papan kecil dengan huruf yang tidak terlalu rapi itu dengan huruf yang lebih kecil dari huruf-huruf di atasnya.
Dan Bu Tarmi menyeduhkan kopi pertama untuk kantor kecil di atas warungnya itu dengan cara yang sudah lama dibacanya akan datang dari dirinya sendiri sejak malam ia menjawab tidak tahu dengan cara yang benar untuk orang-orang yang bertanya dengan cara yang salah:
"Kantor jasa cari orang di atas warungku, dengan buku tulis anak sekolah dan motor bebek dengan bensin di garis E dan pinggang yang linu sebelum jam tujuh. Dan kopi untuk kantor kecil itu diseduhkan dari warungku dengan harga yang sama seperti selalu — gratis untuk hantu yang lunas utangnya, dan utang lagi minggu depan seperti biasa untuk semua orang lainnya, dan itu yang tidak akan pernah berubah meski kantor kecil itu berdiri di atas warungku seribu tahun."
Dan kantor kecil itu berdiri di atas warung Bu Tarmi dengan satu papan kecil dengan huruf yang tidak terlalu rapi dan dengan satu meja kecil dan dengan satu buku tulis anak sekolah yang berdiri dengan daftar orang yang ditemukan yang ditulisnya dengan tangan yang lebih mantap — dan dengan Linda yang datang seminggu sekali sebagai rekan tidak resmi dengan satu anak yang dibawanya di minggu-minggu pertama untuk membacanya bekerja dengan cara yang benar dari dekat.
Dan Mursid membacanya dari meja kecil di kantor kecil di atas warung Bu Tarmi itu dengan satu halaman yang akan ditulisnya di buku tulis keduanya dengan tangan yang hangat dengan cara yang sudah lama tidak ia rasakan sejak menjadi hantu: kantor kecil jasa cari orang itu berdiri di atas warung Bu Tarmi dengan satu papan kecil dengan huruf yang tidak terlalu rapi dan dengan tarif yang tetap dengan cara yang tidak pernah berubah sejak malam pertama — lima ratus ribu seminggu, dan empat ratus untuk yang menggadaikan gelang. Dan Linda datang seminggu sekali sebagai rekan tidak resmi dengan satu anak yang dibawanya di minggu-minggu pertama untuk membacanya bekerja dengan cara yang benar dari dekat. Dan aku berdiri di meja kecil di kantor kecil itu dengan buku tulis anak sekolahku dan motor bebekku dengan bensin di garis E dan pinggangku yang linu sebelum jam tujuh — dan itu lebih dari yang pernah kupikirkan sejak malam aku membuka jasa cari orang dari kamar kontrakan yang bocor dengan satu order dari perempuan yang menggadaikan gelang.