Raka berhenti bergerak. Seluruh tubuhnya bergetar hebat dan ia sendiri hampir tumbang jika tidak berusaha keras mempertahankan kekuatan kakinya. Susah payah Raka tetap berdiri agar ia tidak jatuh.
“Kau bisa melihatku?”
Raka meneguk ludahnya dengan susah payah. Sosok menyerupai seorang pria dengan tubuh sangat gemuk dan lemak bergelambir menundukkan kepalanya dan memandangi wajah Raka yang ketakutan. Kulit sosok itu berwarna abu-abu kehitaman dan tampak seperti meleleh. Ada bau asap menyengat yang keluar dari tubuh sosok itu. Dua matanya berwarna merah cerah seperti bersinar, dan suaranya sangat serak seperti seseorang yang sakit tenggorokan.
Kedua bola mata Raka bergerak-gerak gelisah. Ia ingin sekali segera pergi dari sana dan mengabaikan sosok gemuk mengerikan itu, namun sekali lagi,