Key mondar-mandir kesana kemari kerena ia khawatir sebab putranya tidak pulang sudah sekitar hampir seminggu. Key sangat risau karena belakangan putranya cukup ambisi untuk mengetahui tentang mesin waktu dan reinkarnasi yang sudah pernah mereka bicarakan sebelumnya. Key sangat tahu betapa keras kepalanya putranya tersebut yang sama dengan ayahnya. Key sangat khawatir jika pria itu melakukan tindakan bodoh dan akan menghancurkan kehidupannya sendiri. Key tidak akan pernah membiarkan putranya mengalami seperti yang sahabatnya alami dulu. Mereka yang terlalu ambisi mengejar sesuatu sehingga mereka sendiri terluka karena sesuatu yang mereka kejar itu. Key tidak sanggup hanya untuk memikirkannya saja. Ia benar-benar dilanda rasa takut sekarang.
"Sayang," panggil Joe kemudian memeluk istrinya begitu erat dari belakang. Ia melihat istrinya itu tengah melamin di jendela kamar. Ia sebenarnya sangat tahu apa yang tengah dialami oleh istrinya itu. Ia sangat merindukan putranya yang sama sekali tidak ada kabar dan malahan membuat mereka cemas karena tindakannya yang sudah kelewatan dengan membuat mesin waktu yang seharusnya tidak usah dibuat kembali karena itu akan merusak sistem kehidupan masyarakat. Anna adalah alasan yang tepat mengapa putranya itu melakukan hal tersebut dan tidak memiliki pemikiran untuk menanggung risiko semuanya.
"Aku tahu kamu sedang kepikiran keadaan anak-anak kita. Tapi, jangan sampai kamu jadi sakit karena kepikiran itu terus-terusan. Aku bakal menjaga anak-anak kita jadi kamu jangan terlalu banyak stress."
"Tapi aku nggak bisa melihat anak-anak aku dalam keadaan kalau kayak gini. Kamu tahu bagaimana menjadi orang dewasa itu adalah hal yang sangat gak mudah. Orang-orang yang nilai dengan cara yang tidak sopan oleh orang lain juga. Atau fakta terbaru kalau anak kita yang paling bungsu sudah mengalami musibah yang bahkan kita ketahui baru-baru aja. Joe, Aku tahu aku bisa percaya sama anak-anak. Tapi, di satu sisi aku adalah seorang ibu juga. Aku merasakan bagaimana perasaan gelisah ini benar-benar membuat aku nggak nyaman. Aku bahkan gak bisa melakukan hal apapun ketika terakhir kali Noel datang ke rumah dengan perasaan yang begitu kacau bahkan dia menghancurkan beberapa barang karena kita tidak menyetujui dia untuk melakukan tindakan selanjutnya membuat mesin waktu yang telah dibuat oleh ayahnya. Aku nggak tahu lagi harus kasih tahu dia bagaimana karena dia benar-benar di luar kendali aku. Dia nggak bisa aku lawan."
Joe menggeram marah ketika dia melihat tatapan mata istri yang begitu terasa menyakitkan. Benar, mau bagaimanapun anaknya atau sok keras kepala pun anak mereka, tetaplah seorang ayah dan Key tetaplah seorang ibu yang wajib menuntun anaknya jika suatu saat anak-anak mereka ke jalan yang salah. Key sendiri juga sudah memikirkan banyak cara agar anak-anaknya tetap berada di dalam jangkauannya dan ia bisa melihat bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Namun, kelalaian terus terjadi di mana anak sulungnya sedang melakukan eksperimen yang mungkin saja bisa membuat orang-orang akan bertindak egois dengan bahan eksperimennya. Bahkan, Noel dengan gilanya membuat mesin waktu yang sebenarnya Key yakin kalau putranya tidak akan mempublikasikan itu kepada halayak ramai. Dan, Ichi? Gadis itu mengalami banyak kejadian di mana dirinya sering dipukuli oleh orang namun putrinya itu tidak mau berkata secara terang-terangan kepadanya karena takut padanya. Key seperti gagal menjadi seorang ibu karena anak-anaknya bahkan tidak mau memberitahukan kepadanya ada masalah apa yang mereka punya. Mereka tidak mau berbagi sama sekali padanya.
"Kamu cari Noel dan bilang sama dia kalau aku nggak setuju dia melakukan tindakan yang bisa merugikan banyak orang karena egois dia untuk memiliki 1 orang gadis yang bakat yang mencintai dia. Aku-aku tau segimananya Noel akan merebut seorang gadis yang seharusnya bukan menjadi milik dia. Dia sama dengan ayahnya karena dia reinkarnasi dari ayahnya sendiri."
Joe mengernyitkan dahinya heran. Ia menatap mata istrinya dengan begitu tajam seakan dia bisa saja melakukan tindakan yang di luar kendalinya.
"Kamu masih mau mengingat dia? Aku tahu kamu segimananya mencintai orang yang kamu anggap sahabat dan superhero kamu itu begitu besar dibanding aku. Dan, jujur sebenarnya aku nggak bisa percaya kalau dia ada reinkarnasi dari ayahnya sendiri kecuali Kamu sendiri yang berhalusinasi kalau dia adalah reinkarnasi dari ayahnya," tekan Joe membuat Key merasakan sakit hati ketika pria itu menekan seluruh perkataannya seakan-akan dia benci menemui fakta bahwa putra yang ia sayangi itu adalah reinkarnasi dari musuhnya.
"Joe, aku nggak berhalusinasi. Aku udah terlambat yakin dari bagaimana perilakunya bahkan bagaimana dia bertindak seperti ini aja aku udah tahu dia itu reinkarnasi dari-"
"KAMU YANG MASIH MENCINTAI DIA MAKA DARI ITU BILANG BEGITU!"
"JANGAN BENTAK MAMA GUE!!"
Joe dan Key kaget saat melihat putra pertama mereka berada di ambang pintu menatap Joe dengan tatapan berang. Ia benar-benar tidak habis pikir kenapa Papanya berperilaku seperti itu kepada seorang wanita yang ia cintai bahkan tidak pernah ia bentak sekalipun.
"Kamu! Kamu ngapain di sini? Bukannya kamu mau membuat kerugian yang bahkan bisa aja menghancurkan kota karena kelakuan kamu itu yang egois sama seperti papa kamu!"
"JOE! WATCH YOUR MOUTH. HE'S YOUR SON!" teriak Key kemudian ia menarik Noel mundur beberapa langkah. Ia tidak ingin keduanya kembali bertengkar. Mereka berdua sama-sama egois dan keras kepala. Walau tak bisa dipungkiri bahwa Noel adalah putra kesayangan Joe. Key tahu dari lubuk hati Joe yang paling dalam dia sangat mencintai dan menyayangi Noel bahkan lebih dari dia mencintai anak kandungnya sendiri. Namun, menemui fakta bahwa keras kepala Noel sama seperti musuhnya terdahulu, hal itu juga bisa memicu dirinya tidak bisa tidak lepas kontrol untuk marah pada putra kesayangannya itu. Key tidak bisa membiarkan keduanya saling membenci seperti ini karena dirinya sangat tahu betapa keduanya saling menyayangi layaknya anak dan ayah kandung. Maka dari itu ia menarik Noel semakin ke belakang kemudian duduk di salah satu gazebo di taman.
Keduanya sama-sama hening. Mereka berdua melebur dalam pemikirannya masing-masing. Kemudian tak lama Noel mengambil tangan ibunya kemudian menggenggam sambil mencium tangan itu. Ia bisa merasakan tangan wanita kesayangannya itu bergetar begitu hebat. Noel sebenarnya juga lelah bertengkar terus-terusan dengan papanya. Namun, apanya sendiri selalu saja membuat dirinya tersulut dalam emosi dan tentu saja dia bisa juga lebih keras dari papanya sendiri karena dia juga diperlakukan dengan kasar oleh Papanya tersebut. Dia tidak akan pernah mau memukul papanya walau hanya pukulan kecil karena dia tahu itu adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh ibunya.
"Bunda, Bunda nggak usah pikirin apapun karena aku yang bakalan bantuin Bunda untuk menyelesaikan kejadian di masa lalu yang belum pernah terselesaikan sama sekali karena Ayah meninggal. Aku nggak mau kalau orang yang sebenarnya menjadi takdirku itu pergi meninggalkan aku dan aku akan mengalami kesedihan lagi seperti yang dialami ayah. Aku sama sekali enggak mau kalau hal itu terjadi la-"
"Kamu Noel?" tanya Key dengan mata yang berkaca-kaca dan bibir yang bergetar. Ia tidak bisa menahan sesak di dadanya sehingga air mata itu jatuh begitu saja dengan dadanya merasa sesak karena dia merasakan sakit yang begitu hebatnya mengingat bagaimana kisah dirinya di masa lalu dengan Noel, sahabatnya. Jika memang kalau Noel putranya yang sekarang ini adalah reinkarnasi dari ayahnya. Ia ingin sekali memeluk pria yang ada dihadapannya ini dengan begitu erat. Selama ini sebenarnya dia hanya menerka karena jika memang kenyataannya seperti itu, ia takut kejadian di masa lalu akan terjadi lagi bahkan mungkin bisa lebih parah.
"Iyaaa, Bunda, aku ya anak Bunda, Noel."
"Anak Bunda? Anak Bunda yang dulunya adalah sahabat Bunda juga?" ucap Key dan membuat Noel melotot. Ia langsung merasakan matanya begitu panas sehingga air mata itu mengalir mengingat bagaimana dulunya dirinya yang meninggal begitu cepat disaat seseorang yang dicintai sekarang ini masih merasa begitu rapuh.
"Iya, aku sahabat Bunda yang sekarang menjadi anak Bunda." Noel mengatakan hal tersebut dan langsung membuat Key merasakan jantungnya seperti terhempas. Ia menangis tersedu-sedu dan memeluk Noel begitu erat seakan Noel yang ada di hadapannya ini bukan Noel putranya. Melainkan Noel sahabatnya, superheronya, dan orang yang ia sangat sayangi.
"Bundaaa, bunda gak boleh nangis."
"Bunda lagi bayangin ayah kamu, nak. Ayah kamu yang sekarang lagi meluk Bunda juga dan menguatkan Bunda. Bunda sayangggg banget sama ayah kamu. Ayah kamu selalu aja buat bunda merasa dihargai dan disayangi begitu tulus."
"Tapi, Bunda, aku hanya mengingat 10% dari kejadian Ayah di masa lalu. Yang aku ingat malahan kejadian di masa lalu di zaman kerajaan Geryeo di saat aku melakukan dosa yang begitu besar. Bunda, aku tahu bunda sesayang apa sama ayah. Tapi, aku hanya mau Bunda baik-baik saja dan melupakan tentang ayah."
"Gimana bisa? Bunda dari dulu selalu berharap kalau kamu mengingat kejadian di masa lalu tentang ayah dan bunda. Bunda sesungguhnya benar-benar menunggu kamu untuk mengingat itu semua dan-dan ingin kita bahas masa lalu. Tapi, ternyata apa yang bunda pikirkan itu salah. Kamu hanya berambisi untuk mengejar cinta kamu yang sekarang. Bunda nggak bisa melarang itu. Tapi, nak, tujuan kamu sekarang itu untuk apa? Kamu jangan melakukan tindakan gegabah yang pastinya bakal menyulitkan kamu," ungkap Key karena dia tahu seberapa keras kepalanya Noel yang sekarang sama dengan Noel yang dulu. Noel pasti akan berusaha keras untuk melakukan apapun.
"Bunda, aku telah melakukan kejahatan di masa lalu dan aku ingin memperbaiki nya sekarang. Tapi, apa? Bunda sama Papa melarang aku untuk melakukan hal itu dan itu benar-benar membuat aku marah karena kalian egois memikirkan diri kalian sendiri. Aku yang bermimpi kejadian atas dosa-dosaku di masa lalu. Aku yang mengalami mimpi-mimpi buruk itu dan kalian nggak ada yang pernah tahu. Kalian nggak bakalan pernah merasakan sakitnya mimpi-mimpi buruk itu seakan menyiksa aku dikala aku ingin istirahat. Maka dari itu, Bunda, aku mohon sama bunda dan papa untuk pahami apa yang aku lakukan kali ini hanyalah untuk menyelamatkan diri aku juga."
Key terperangah mendengar ucapan dari putranya itu. "Tapi, gadis yang kamu inginkan itu nggak mau sama kamu dan bahkan dia tidak mengingat kejadian di masa lalu itu. Kamu hanya merasa kalau mereka, orang-orang di masa lalu kamu itu menuntut kamu. Bunda juga pernah mengalami mimpi buruk yang parah karena dosa yang Bunda buat di masa lalu seperti yang kamu lakukan. Tapi, Bunda juga tidak memaksa untuk orang tersebut bersama Bunda. Nak, konsekuensi dari apa yang kamu lakukan ini akan begitu parah kalau kamu terus-terusan keras kepala seperti sekarang. Kamu akan tahu akibat terburuk yang bakalan kamu dapatkan jika kamu tetap keras kepala seperti ini."
"Maksud Bunda?"
"Jika kamu tetap keras kepala seperti sekarang, Bunda akan jamin akan ada korban yang meninggal di akhir cerita kalian. Siapapun itu, sekalipun pemeran utama dalam cerita tersebut."