Ucapan Anna terdengar oleh Virzha. Pemuda itu menolehkan kepalanya kearah kekasihnya yang sedang melihat bagaimana Noel berciuman panas dengan seorang wanita yang berpakaian seksi. Pemuda itu bahkan melihat mata Anna seperti merasakan sakit yang begitu parah sehingga air mata itu keluar dengan derasnya. Anna seperti merasakan bahwa kekasihnya yang tengah berciuman di sana. Virzha tersenyum getir karena dia sendiri juga tidak tahu harus apa yang ingin ia lakukan. Ia seperti tidak memiliki hak penuh untuk kekasih yang menyukai orang lain. Mata Anna seakan hanya terpaku pada satu orang yaitu Noel. Pria yang katanya adalah reinkarnasi di masa lalu sebagai pasangan dari Anna. Sial, bukankah itu omong kosong belaka? Mereka hanya mau bermain-main di belakangnya dengan kata reinkarnasi yang tidak jelas itu.
"Dia bukan pacar kamu tapi kenapa kamu menangis?" kata Virzha memecahkan lamunan Anna. Pemuda itu bisa melihat dengan jelas jejak air mata dipipi gadisnya. Di sini, Virzha seakan memaksa Anna untuk menjadi kekasihnya padahal dia tengah berpacaran dengan Noel. Bukankah itu seperti kesalahannya padahal bukan seperti itu jadinya.
Anna menghela nafasnya kasar kemudian menyugar rambutnya. Ia sebenarnya tidak tahu harus mengolah perasaan ini dalam bentuk bagaimana. Namun, bagi Anna hal tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa ia sangkal atau ia tolak perasaannya. Ia juga sebenarnya mencoba untuk berdamai dengan hatinya ketika melihat Noel berciuman dengan wanita yang sepertinya wanita bayaran. Anna ingin mengontrol dirinya ketika melihat hal tersebut. Namun, hal tersebut juga bukan sesuatu yang bisa ia cegah perasaannya. Anna tidak menginginkan saat ini, namun, semua itu mengalir tanpa ia bisa cegah.
Anna akhirnya menatap Virzha yang melamun menghadapkan dirinya ke arah depan dengan bersandar di bangku mobil. Pemuda itu pasti tengah berpikir dengan banyak hal sehingga wajahnya mengkerut seperti orang yang memiliki beban banyak pikiran. Anna tau rasanya cemburu karena terkadang dia juga merasa cemburu ketika melihat kekasihnya menatap personil cheerleader dengan tatapan yang seperti sangat lembut dan sendu. Lalu, bagaimana dengan dia menatap orang lain yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan nya, kemudian menangis karena melihat orang yang tidak ada hubungannya dengan yaitu berciuman panas dengan wanita lain. Padahal Virzha jelas berada di sampingnya bahkan menatap kearah di mana Anna menatap dua sepasang kekasih yang sedang berciuman mesra. Dia benar-benar merasa bersalah namun perasaan yang tidak disediakan kontrol dengan cepat. Dan, sekarang berakhir dengan dirinya menangis karena terlalu merasa bingung dengan semua yang hal terjadi dalam hidupku. Semuanya terlalu mendadak sehingga dia sendiri tidak bisa menata semua kehidupannya dengan baik dan benar.
Anna memegang pipi Virzha kemudian menghadapkan kepadanya. Ia melihat mata itu berkaca-kaca seakan menahan sakit yang ia rasakan. Anna tersenyum kemudian mencium kening kekasihnya itu. Ia juga merasa bingung dengan perasaannya namun Virzha tetap nomor satu di hatinya. Karena, gadis itu selalu saja memberikannya kebahagiaan memberikan banyak cinta dan kasih sayang kepadanya. Ia bisa merasakan pelukan hangat pelukan ibunya bahkan makanan yang biasanya tidak terlalu enak ketika dia mau makannya di rumah, ketika Anna membuatnya kembali, kembali merasakan bahagia karena memiliki orang tua. Ia bisa merasakan aura yang begitu dewasa terhadap kekasihnya itu. Anna selalu membuat dirinya merasa disayangi dan dicintai begitu tulus karena perlakuan yang diberikan pada Anna benar-benar terasa begitu tulus dan menyenangkan. Ia sering merasakan seperti dekapan seorang ibu ataupun nasehat yang selama ini ia inginkan seperti nasehat dari ibunya.
Anna mendekatkan wajahnya ke Virzha. Gadis itu mencium pipi kekasihnya kemudian mengusap air mata yang mengalir dari pipi pemuda tersebut. Anna tertawa kecil ketika melihat wajah sendu yang ditampilkan oleh Virzha. Pemuda itu memang sedikit cengeng ketika berhadapan dengannya. Bisa saja kalau di sekolah dia adalah preman ataupun bad boy yang disegani oleh para gadis ataupun kalangan sejenis geng lainnya. Namun, ketika dengannya dia berubah menjadi sesosok pemuda yang memiliki jiwa bayi dan menggemaskan. Anna merasa kalau Virzha memang memiliki hati yang benar-benar sangat tulus mencintai dirinya. Sedangkan dia malahan memalingkan wajahnya untuk menatap seseorang yang bahkan tidak peduli dengan rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Pria itu hanya mempedulikan dirinya yang ingin memperbaiki dosa di masa lalu namun tetap menyakiti dirinya. Buat apa? Buat apa jatuh cinta sama orang yang bahkan nggak bisa menghargai kita sama sekali. Apa yang dia bisa lakukan untuk mempertahankan seseorang yang tidak bisa mencintai dirinya dengan tulus sedangkan ada orang yang benar-benar mencintainya di hidupnya? Dia seperti orang bodoh yang menunggu seseorang untuk jujur tentang perasaan yang dimilikinya padahal dia tahu bahwa pria itu hanya mengambil keuntungan pada dirinya.
"Udah dong jangan ngambek sama nangis kayak gini. Aku cuman ada sakit hati aja sama apa yang dia lakukan sama aku. Aku nggak ada perasaan lainnya. Aku hanya kesal sama apa yang dia lakukan. Di posisi di sering bilang sama aku kalau dia adalah reinkarnasi di masa lalu dan aku adalah jodoh dia yang perlu harus menatap dia terus menerus. Tapi, ternyata yang dia omongkan itu ternyata belum sepenuhnya benar dan aku selalu tidak semudah itu untuk percaya akan hal tersebut. Tapi, aku bisa menyembuhkan hatiku perlahan-lahan berpaling kembali sama kamu dan bakalan jadi seseorang yang bakalan menyayangi kamu sepenuhnya."
"Apa kamu bakalan ninggalin aku suatu saat nanti jika Noel berhasil membuat kamu percaya atau bahkan fakta-fakta yang dulunya benar-benar tidak bisa diungkapkan ternyata menjadi suatu kebenaran dan kamu akan sama dia? Aku tahu kalau kamu nggak bisa hidup dengan selalu aja mendapatkan mimpi buruk yang membuat tidur kamu menjadi tidak nyenyak. Aku enggak bisa merelakan jika kamu benar-benar mengambil tindakan hal tersebut karena aku sendiri juga nggak bisa untuk menahan perasaan ini. Aku nggak bisa melakukan hal-hal apapun karena yang aku butuhkan hanya kamu. Aku nggak bakalan bisa hidup kalau kamu nggak ada di sisi aku."
"Kamu bicarain apa sih? Aku sama sekali enggak hubungan sama dia kecuali dengan dia yang memaksa aku untuk mengetahui kejadian di masa lalu tentang reinkarnasi kami berdua. Aku nggak tahu lagi harus bicara gimana supaya kamu tuh paham kalau tentang reinkarnasi bukan sesuatu yang bodoh untuk aku percaya kan aku sendiri juga pernah benar-benar merasakan hal tersebut. Kemarin, untuk pertama kalinya aku jujur sama kamu kalau Aku mempunyai problematika yang benar-benar enggak bisa aku handle sendirian. Dan, pada akhirnya aku ngasih tahu kamu apa yang terjadi tapi tanggapan kamu seperti."