Era kini benar-benar berganti. Orang-orang banyak berubah seperti kehilangan jati diri. Apa yang di depan menampakkan kesenangan, ternyata di belakang menahan kemurungan. Ada yang di depan menunjukkan keharuan, di belakang malah melempar kehinaan dan cacian. Di depan sudah mengaku paling akrab sebagai teman, di belakang justru menjadi musuh bebuyutan. Mulailah ketiga pegawai Amanda’s resto mengetahui tabiat asli dari seorang karyawan magang.
Saat itu mereka semua telah dikumpulkan oleh Ibu pimpinan yang tertinggi. Bos Amanda duduk dengan lagak serius di salah satu kursi tamu. Sementara para karyawan muda telah tunduk mengelilingi meja yang ditempatinya. Ervan pun berdiri pada sisi saling berhadapan dengan sang Nyonya. Setiap individu tengah menunggu, apa yang hendak diucapkan oleh lidah p