Satu tangan palsu terlempar ke udara. Naik dan turun dengan liukan kelima jari berkuku-kuku putih nan panjang. Ervan dalam perjalanannya ke rumah sakit, dicegat oleh sosok Niko yang menunggui. Dengan santai ia duduk di atas kap mesin mobil hitam yang ditunggangi. Dalam jarak agak jauh, dua lelaki di area pejalan itu beradu pandang tajam atas kesengitan yang dipendam satu sama lain. Niko mulai mengambil satu langkah maju. Sedangkan Ervan berancang-ancang untuk mengambil langkah seribu. Dia berlari secepat kilat melintasi tiap gang sempit yang menjadi jalan pintas. Niko sendiri tak menduga jika Ervan akan memilih langsung kabur daripada menghadapi tantangan besar di hadapan. Pria yang pernah mengaku hanya ingin berteman dengan Lisa itu, sekarang bersikap bak pengecut di mata sang Musuh. Erva