Denting jam pada malam itu tak henti menemani kesepiannya saat menulis. Sebuah buku menjadi media curhat, meja sebagai tumpuan dan hasil ketukan jarum pena itu berupa kode titik timbul yang menarasikan isi hati seseorang. Esok dia berencana mendatangi kantor polisi. Ingin sekali Lisa luapkan apa yang telah didengar, kalau Ervanlah pelaku pembakaran gedung perpustakaan kota ini. Semua katanya adalah dari kak Niko. Akan tetapi bukti tambahan atas kronologi awal yang Lisa temukan, malah sengaja dihilangkannya alias dihancurkan. Lisa bisa dianggap bersalah karena turut melindungi si Calon terpidana. Dia tidak peduli. Lisa hanya terus menulis dan menulis kerangka karangan yang dipersiapkan untuk cerita fiktif tentang seorang gadis buta pencari cahaya. Sebelum pulang, perawat tadi bercerita jika