Hampir menuju tengah hari kemarin, Maria, Intan, Rara, Silvi, Ratna, dan Windu berpapasan dengan sosok Ervan di jalur pedestrian. Mereka berjalan bersama namun berlawanan arah. Yang rombongan hendak ke resto Amanda, sedangkan yang perseorangan jelas telah meninggalkan kedai makan itu untuk selamanya. Maria dengan Ervan saling melirikkan mata satu sama lain. Maria berusaha ramah karena tahu jika pria tersebut adalah karyawan dari resto milik ibunya. Dia bertanya, “Mau ke mana, Kak?”. Tapi Ervan terkesan dingin dan tidak mau menjawab pertanyaan dari Maria. Ervan juga nyaris berlalu saja karena langkah kaki yang segan untuk berhenti. Kemudian secara tiba-tiba, tas punggung warna pink itu ditarik ke belakang oleh Ervan. Maria sampai terbawa. Untungnya tidak membuat ia terjatuh ke dalam gorong-