Kemarahan mengalirkan seluruh darah hingga ke atas kepala. Wajah yang memerah, kuping yang memanas dan gigi geraham yang gemeretak. Kaca LCD layar yang pecah sampai terlepas pula dari bodi ponsel pintarnya, Lisa letakkan di atas meja ruang tamunya. Keluh itu tiada arti bila yang sudah terjadi memanglah harus begini. Lisa memeriksa saldo akhir dari rekening tabungannya. Cukup sih kalau mau diambil untuk beli smartphone yang baru! Tapi seharusnya Ervan yang bertanggung jawab memberi ganti. Sebab hempasan tangannya-lah benda bernilai milik Lisa bisa jatuh terbanting ke jalan aspal di antara rintik hujan sewaktu malam. Entah salah entah benar, Ervan itu nyatanya tidak punya banyak uang. Penghasilan terakhir akan mepet, guna memenuhi kebutuhan makan sehari-hari walau lebih irit yang penting awe