Tiba-tiba ketiga pegawai Amanda’s resto mendapat kabar bahwa pak Tomo meninggal dunia dan akan dikebumikan pada keesokan hari. Pada malam Jumat ini ketika Lisa belum lama sampai di rumah setelah lelah beraktivitas dari luar, ia mendapat telepon dari keluarga pak Tomo. Rasa tak percaya begitu menggelora. Padahal dari pagi sampai petang bekerja sama, pak Tomo kelihatan baik-baik saja. Rona keramahan dan kebahagiaan selalu terpancar dari wajahnya. Bahkan tadi Vina sempat mencandai koki utama tersebut, yang semakin sehat dan lincah saja seperti kembali ke masa muda. Kulit putih mukanya pun tampak semakin bersih bercahaya dan tidak pucat. Pak Tomo sampai tertawa hingga menampakkan gigi-giginya yang masih tertinggal. Beliau sangat senang memperoleh dua baris kalimat pujian. Seolah dikirimi doa-d