Baru diberhentikan kembali dari pekerjaannya di resto Amanda, Ervan nongkrong sendirian di dekat akses masuk ke halaman samping sebuah hotel berbintang. Pendek akalnya untuk segera mendapatkan pekerjaan baru di tempat lain atau berani beralih profesi semata-mata demi uang dan penghasilan. Saat itu seorang kepala dapur tengah berkeliling mencari koki barunya yang kabur. Ia kebingungan juga sangat kesal hingga membanting topi Chef yang dikenakannya ke atas lantai ber-conblock. Sampai tak sengaja kepala dapur tersebut melihat Ervan yang menyaksikan segala luapan sikap kekecewaannya dengan tampang serius. Dia ambil lagi topinya kemudian berjalan menghampiri si Pemuda 20 tahunan.
“Hei, Nak! Kamu melihat ada laki-laki berseragam koki dengan topi seperti ini terus kabur lewat sini?” tanya lelaki