Ia menulis karena sakit. Orang-orang tidak tahu bahwa Lisa menahan keperihannya sendiri. Sebelum dia bertemu dengan Vina dan Desi, Lisa sempat berubah menjadi sosok yang selalu merasa kesepian. Bukannya dia tidak punya teman sekolah atau saudara dari keluarga mendiang ayah maupun ibu. Namun mereka itu telah menyerah hingga tega ingin menitipkan Lisa ke sebuah panti rehabilitasi. Kerabatnya tidak mau lagi direpotkan oleh kelakuan Hannalisa yang kini sudah terlalu kerap membangkang. Perubahan sifat dan sikapnya telah menyusahkan semua pihak. Tapi semua yang mereka pikirkan tersebut adalah salah. Lisa hanya menjadi harapan kecil bagi segelintir orang di sekitar untuk memahami, menghargai kemudian menggandeng tangannya dalam kebangkitan bersama-sama. Tanpa diskriminasi, tanpa isolasi. Jika bol