…
“Aku memakai smartphone lawas milik Desi yang aku pinjam.” jawaban dari Lisa.
Ervan dengan mudahnya percaya dan menerima pernyataan bohong tersebut. Kemudian ia pergi untuk pulang ke rumah sendiri. Lisa ingin ikuti tapi malam ini begitu dingin untuk diratapi. Jadi lebih baik Lisa menetap di dalam kamar. Tanpa harus berpikir sampai jauh, rumit nan panjang, ia keluarkan semua pemberian Ervan tadi sembari dimasukkan satu per satu ke lemari pendingin. Lisa mengambil satu cup puding itu untuk dibawa ke atas sebagai camilan pencernaannya di waktu malam. Seluruh cahaya lampu di ruangan bawah dimatikan, lalu dia berjalan naik menuju ke arah kamar tidur yang akan melelapkan.
Setiap anak tangga yang telah ditapaki itu berubah warna. Dari warna coklat kayu menjadi kuning bunga api, Lisa tiada me