Raka melihat meja Zara yang masih bersih, belum di sentuh sama sekali.
"Zara belum datang yah Ardya?" Tanya Raka ke Ardya yang sedang asyik makan.
"Ehh Raka.. kayaknya belum deh, gue juga dari tadi nyariin dia. Gue kira dia datang sama Lo, dan setelah mendengar orang - orang di depan pada memuji - muji Lo, kayaknya Lo nggak datang bersamaan sama Zara." Ucap Ardya meledek Raka.
"Aahh.. gue juga nggak tau kenapa bisa sampai di puji - puji seperti itu." Kata Raka dengan malu - malu.
"Alaahh tapi Lo suka kan? Pak Raka emang nggak ada tandingannya. Masih muda, ganteng, tajir, udah jadi CEO pula, siapa coba yang nggak ngefans sama Pak Raka." Kata Ardya dengan mengeraskan suaranya agar di dengar dengan karyawan - karyawan yang ada di ruang kerja depan.
"Ardyaaa !!! Apa - apaan sih Lo !!!