Raka mengusap air mata Zara dengan satu lembar tisu.
“Udah yahh.. jangan nangis lagi, aku nggak mau kamu nangis karena aku. Nanti kamu keluar dari sini, terus mata kamu sembab gimana? Nanti orang - orang mengira aku udah ngapa - ngapain kamu lagi, udah jahatin kamu. Terlebih lagi sama Ardya tuh di depan, pasti dia bakalan kepo banget deh.” Ucap Raka sambil membantu Zara merapikan rambutnya yang tertempel di pipinya karena basah terkena air matanya.
“Iyaa.. aku udah nggak nangis kok. Aku seneng punya kamu Raka.” Ucap Zara berusaha tersenyum. “Aku lebih lebih senang lagi.”
“Ihh ikut - ikutan !!! Hahahah.” Seru Zara.
“Gitu dong, senyum.. kan kalau senyum makin cantik.” Kata Raka .
“Huuhh gombal.”
“Ehh.. nggak gombal loh itu.. emang kenyataannya seperti itu.” Kata Raka.
“Ohh iyaa