15 April 2020. Di suatu studio foto yang di set dengan nuansa ruangan klasik, Josh sedang merangkul seorang wanita cantik. Keduanya beradu pose karena sedang dipotret untuk salah satu brand pakaian ternama.
Josh mulai menapaki karir didunia hiburan pada tahun 2013 silam sebagai pemeran serial remaja, pada akhir usianya yang ke 19 tahun. Saat ini usianya memasuki 27 tahun. Artinya hampir 7 tahun dia berkecimpung di dunia hiburan, dan sekarang dia telah masuk dalam jajaran aktor papan atas.
Sejak kemunculannya didunia akting, dia sudah berperan dalam 23 Judul, baik itu Film layar lebar atau serial televisi, entah menjadi pemeran utama atau hanya sekedar pemeran pendukung.
Proyek yang melibatkan Josh selalu hit. Dia sangat piawai berakting dan sangat totalitas. Spesialisasinya adalah genre aksi, namun dia juga bisa melakoni genre drama maupun romansa dengan sempurna. sesungguhnya dia serba bisa dalam berakting.
Josh memiliki banyak pengagum, baik pria maupun wanita, yang mengagumi karya karyanya, atau sekedar fisiknya.
Josh memiliki wajah yang sangat tampan dengan ciri khas tatapan dan senyuman yang menggoda, sehingga bisa membuat banyak perempuan jatuh cinta hanya dalam tatapan pertama. Saat berakting tatapan matanya memberi kontribusi yang sangat berarti dalam setiap peran. Tubuhnya juga tinggi proporsional dengan d**a yang bidang sehingga banyak sutradara yang menginginkan dia untuk berperan dalam proyek aksi, Serta banyak Brand yang ingin menjadikannya ambasador.
"So Hot! Excellent... Lebih dekat, pertegas tatapannya Josh... Okay... Nice... itu yang terakhir... Bungkus..." fotografer berteriak mengakhiri sesi foto saat itu.
"Thank you abang Jay. Thank you semuanya, kerja yang bagus!..." Josh memberi apresiasi kepada semua yang terlibat pada pemotretan saat itu. Termasuk juga Elsa, model wanita yang bersanding dengannya.
"Sama sama Josh, Kerja yang bagus!" Elsa senyum kepada Josh sebelum berjalan ke ruang ganti. Josh mengantar Elsa dengan tatapan dan senyuman.
'Dasar Josh' rutuk batin Gerry yang sedang berjalan mendekati Josh, setelah memperhatikan gelagat Josh yang terlihat membidik wanita cantik itu.
Josh sedang bermasalah degan papanya terkait wanita, papanya tidak suka dengan pemberitaan pemberitaan mengenai dirinya yang selalu dikabarkan dekat dengan wanita.
Semenjak kemunculannya di dunia hiburan, Josh selalu identik dengan wanita. Sebagai aktor yang tampan, populer dan pintar berakting, dia memaklumi kehidupan pribadinya dengan wanita lah yang paling membuat orang penasaran, sehingga selalu di sorot media. Josh memang suka bergaul dan dekat dengan banyak wanita, dia sering gonta ganti pacar. Josh merasa tidak ada yang salah dengan itu wajar baginya sebagai seorang yang lajang mencari pasangan hidup yang terbaik, tapi tidak dengan pemikiran Ronan, papanya yang memikirkan dampak perilakunya itu terhadap perusahaan sehingga sering protes kepada Josh
Namun Josh sepertinya tidak peduli karena saat ini jelas terlihat ingin mengajak jalan lagi wanita yang baru juga dia kenal di pemotretan ini.
"Josh! Papamu barusan telepon." Sahut Gerry saat sudah didekat Josh, membuyarkan pandangan Josh.
"kamu angkat?!" Tebak Josh karena ia sadar Gerry beberapa saat menghilang dari pandangannya.
"Hm..." Gerry mengangguk
"Haa.. Kan sudah aku bilang demi kenyamanan kita tak usah mengangkat panggilannya." Josh membuang nafas kesal.
"Apakah kau gila?! Sudah 5 hari aku ikut maumu mengabaikan panggilan papamu!... Kamu pikir aku bisa tenang?"
Sejak pertengkaran dengan Ronan Jumat lalu, Josh belum juga pulang kerumah orang tuanya.
Saat itu Ronan menunjukkan foto foto hasil penyelidikan diam diam terhadapnya yang sedang bermesraan dengan beberapa wanita yang berbeda, hal itu membuat Josh naik pitam.
Josh sebenarnya tidak mau papanya mencampuri kehidupannya. Dia sangat benci dengan papanya yang melarang larang dia dekat dengan banyak wanita.
Namun sebelum itu, Josh memang mengatakan pada Ronan bahwa dia memiliki satu wanita saja, karena dia tidak mau panjang lebar dengan papanya yang sering memburunya dengan pertanyaan pertanyaan setiap kali melihat pemberitaan dirinya dengan wanita wanita.
Foto foto itu bak tamparan dari papanya karena bohong.
Tapi Josh tidak peduli. Dia mau berdekatan dengan banyak wanita dan gonta ganti pacar itu memang haknya. Dia tidak mau pusing dengan omelan papanya sehingga dia tidak mau pulang dan tidak mau merespon panggilan telepon dari orang tuanya, sekalipun itu dari mamanya. Dia memerintahkan Gerry melakukan hal yang sama.
"...Kamu mau mengakhiri karirku sebagai manajermu yah kelihatannya?" Keluh Gerry.
"kamu terlalu takut dengan papaku. kamu tenang saja, dia tidak akan berbuat apa apa!" Josh tau Gerry ini khawatir terhadap perkataan papanya yang mengancam akan menghentikan aktivitas keartisannya.
"Kamu yang terlalu meremehkan papamu."
"Pasti aku di suruh pulang kan? Di rumah nanti aku pasti di omeli lagi tentang wanita wanita, lalu aku di tagih menikah. Lalu apa aku akan peduli? Aku akan keluar lagi dari rumah dan seperti ini lagi.
"Entahlah,,, tapi aku merasa papamu punya rencana jika kamu tidak berubah..."
"Sshh!. Sudahlah tidak usah memusingkan perkataannya..."
Josh sangat frustrasi dengan pemikiran manajernya ini yang mulai memihak kepada papanya. 'Berubah apa sih? apa yang salah dengan hidupku? apa yang harus aku rubah?, enak saja mengatur ngatur hidupku!' pikir Josh tidak mau capek mulut.
Sejak kecil Josh sudah kesal dengan kedua orangtuanya yang lebih mengutamakan perusahaan daripada dirinya. Dia yang anak satu satunya sangat merasa kesepian di saat orangtuanya sibuk mengurusi perusahaan. Dia sering protes kepada orang tuanya, namun orang tuanya selalu mengatakan semua kerja keras mereka pada perusahaan adalah untuk dirinya suatu saat nanti. Josh berjanji akan membalas semua perbuatan orangtuanya bagaimanapun caranya.
Mendapat tawaran casting diusia 19 tahun membuat dia berpikir hal itu bisa menjadi cara dia untuk membalas perbuatan orangtuanya.
'Yang kalian bilang untukku itu bukan untukku, jadi kalian saja yang menikmatinya.'
Josh sungguh sungguh menekuni dunia seni peran karena dia ingin menghidupi dirinya sendiri tak mau bergantung pada orangtuanya. Dia pun berhasil, terkenal dan sukses, sampai sekarang.
Intinya, perusahaan secara tidak langsung adalah musuh Josh. Josh benci orang tuanya, khususnya sang papa, melarang larang atau mengatur ngatur bagaimana dia bersikap sebagai publik figur atas nama kepentingan perusahaan. Semakin dia di atur atau di tegur, semakin dia meremehkan sang papa karena tidak tau diri.
Josh berjalan ke ruang ganti setelah berpikir sudah cukup meyakinkan Gerry dengan ucapannya. Di ruang ganti ada Elsa dan timnya yang sedang berbenah.
"Aku memang harus bersiap siap saja kehilangan pekerjaan." Gerry bergumam dari belakang Josh karena Gerry menebak Josh akan menghampiri Elsa sesuai kebiasaan Josh setelah kerja, yaitu mengajak makan atau bersantai partner kerjanya beserta tim.
"Elsa, selesai dari sini ada kegiatan lagi? Mari kita semua makan siang bersama, jika tidak ada? "
"Uhm..." Elsa mengangguk setuju.
"Aku berganti dulu yah"
Gerry sangat sebal. Gerry ingin Josh akur dulu dengan Ronan untuk masalah terakhir. Gerry sudah menasehatkan Josh jangan sering dulu jalan jalan bersama wanita. mengingat Ronan bisa saja masih menyuruh mata mata mengikuti Josh dan nanti akan memotret Josh lagi. Sebaiknya selesai bekerja, Josh pulang saja kerumah dan menjalankan waktu berkualitas dengan orang tuanya agar papanya tidak akan datang untuk yang kedua kalinya di kantor agensi.Namun Josh tidak mendengarkan nasehat Gerry.
"Ini adalah basic manner..." Gumam Josh ketika berbalik kepada Gerry yang sedang melotot kepadanya beberapa jauh dari Elsa. Josh tau benar Gerry kesal dan merasa putus asa mengaturnya.
"Tidak bisakah kamu mengikuti saranku?" Protes Gerry namun sedikit berbisik.
"I can't..." Sahut menyahut, "Di mana pakaian buat ganti aku? dan cepat pikirkan tempat makan yang bagus dan aman?" Josh memerintah dan bergegas, mengabaikan kekhawatiran Gerry.
Josh tidak suka kesendirian dan kesepian. Dia gaul, suka keramaian dan perkumpulan. makanya dia senang bergaul keluar dan nongkrong atau berpergian dengan orang orang. Begitupun mengenai hatinya.
Dia sekarang tidak memiliki pacar. tapi dia tidak suka membiarkan hatinya kosong lama lama. Terakhir dia berpacaran dengan Eliza, seorang model, beberpa bulan yang lalu, tapi hanya berlangsung singkat. Dia selalu dekat dengan banyak wanita sekalian mencari, siapa yang cocok untuk dimasukan ke dalam hatinya. Dia tidak sembarangan memasukan wanita, dan tidak mudah baginya untuk itu, itulah mengapa dia merasa harus banyak dekat dengan wanita agar dia bisa mendapat yang terbaik dari yang paling baik.
Josh merasa Gerry paling tau semua tentangnya; Pikirannya, perasaannya, sifatnya, sikapnya, juga keinginannya. Gerry berpengertian tanpa perlu Josh jelaskan. Namun saat ini Gerry menjadi tak berpengertian kepadanya. Gerry hanya mematungi perintah Josh.
"Tch...Baiklah! Aku akan pulang ke rumah sebentar. Puas kamu!" Ucap Josh kesal agar Gerry mau bergerak.
"Pakaianmu di gantung di dalam bilik 1!" Gerry langsung menjawab.
"Dasar kamu. Cepat kamu pikirkan tempat makan yang bagus..." sahut Josh kepada manajer yang 7 tahun lebih tua darinya, yang dia anggap seperti kakaknya sendiri, yang lebih dia hargai daripada kedua orang tuanya ini.