Josh menjadi artis tanpa sepengetahuan dari kedua orang tua. Ronan dan Jully terkejut Josh sudah menjadi artis saat mereka mendengar dari kerabat mereka, ternyata Josh sudah muncul di televisi, lalu mereka melihat sendiri.
Ronan tak pernah mau Josh menjadi artis, dan sejak tau, Ronan menentang Josh, tapi Josh mengabaikan Ronan. Ronan ingin menghentikan karir Josh dan ingin protes kepada agensi karena mempekerjakan Josh tanpa izin orang tua, tapi Jully selalu mencegah Ronan sehingga Ronan membiarkan Josh.
Bagi Josh, Jully berbeda dari Ronan. Mamanya itu mungkin lebih paham dengan bagaimana perasaannya kepada mereka ketimbang papanya, sehingga mamanya tidak menentang apa apa, mungkin karena merasa bersalah. Bagi Josh mamanya ini baik dan pengertian, hanya saja mamanya juga terikut ikut dengan sikap papanya karena intimidasi papanya.
Josh menghempaskan tubuhnya di ranjang. 'Gila ya! Papa tau selama ini dan dia? wah...' Josh tidak habis pikir dengan sikap semena mena Ronan. Ternyata selama ini papanya tau dengan perasaan dan sikapnya terhadap sang papa, tapi alih alih minta maaf, papanya acuh tak acuh dan malah mengatur ngaturnya.
Josh ingin sekali memberontak, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa saat ini karena memikirkan banyak hal. Dengan sikap papanya yang baru dia sadari ini, dia merasa pasti jika dia melawan, papanya akan bersungguh sungguh dengan semua perkataan papanya. Dia memikirkan proyek proyek pekerjaannya, ada proyek besar yaitu film yang sudah disepakati dan akan segera mulai dikerjakan, dia memikirkan perusahaan pak Mark, dan memikirkan pihak pihak terkait. Akan sangat memalukan jika papanya bertindak. Dia juga memikirkan Gerry, dan dia juga memikirkan mamanya yang tadi juga dimarahi papanya.
Josh sangat Frustrasi. Dia menghubungi Gerry, manajer yang juga selalu menjadi tempat curhatnya.
"Ya, kenapa?" Gerry langsung menjawab panggilan Josh.
"Benar apa katamu!! aku terlalu meremehkannya. Gila! Dia mengancamku akan konfrensi pers, mau mempermalukan agensi katanya lalu menuntut agensi. Dia mau menghancurkan karirku dan tak takut reputasinya juga hancur." Tanpa aba aba, Josh menggerutu kepada Gerry.
"Kamu bertengkar lagi kan dengan papamu? haaa..." Gerry menebak keadaan Josh.
"Aku dijodohkan!"
"Haa!??? Kamu di jodohkan?!!"
"Apa mungkin kamu sudah tau ini semua? Apa dia sudah bilang sebelumnya padamu?!..." tanya Josh.
"Bahwa kamu dijodohkan? Tentu saja tidak. Aku bersumpah, aku tidak tau!... tapi aku memang merasa kalau papamu merencanakan sesuatu! Ingat?"
"Pusing aku! Apa yang harus aku laukan Ger?! Aku benar benar marah sekarang! Aku tidak... Argh!!!" Josh berbicara sambil uring uringan. "Aku bicara baik baik dengannya, aku juga niat kesini untuk damai, supaya dia tidak mengusik aku. Aku berterus terang aku tidak punya kekasih aku mau meminta pengertiannya, Aku bersumpah aku akan berubah dan hati hati, tapi... Arghk! b******k!" Josh frustrasi.
Walau dari seberang telepon Gerry bisa merasakan betapa frustrasinya Josh. Gerry dapat menebak Josh pasti sudah berusaha mempertaruhkan gengsinya di hadapan Ronan agar Ronan mau membiarkan Josh, namun Josh tidak mendapat pengertian Ronan. "Kamu sekarang dimana?!"
"Aku di kamarku lah! Aku mau cabut saja tadi sebenarnya, tapi kalau aku cabut aku merasa dia benar benar akan muncul di televisi besok!"
"Bagus. keputusan yang benar. kamu tenanglah... Tentang perjodohan itu? Apakah papamu bersungguh sungguh?" Gerry bertanya.
"Anak dari konsulat Kanada, katanya sahabatnya, entah siapa namanya tadi dia bilang, tapi aku lupa! Dia terdengar bersungguh sungguh!"
"Wah..." Gerry berseru kecewa, sebenarnya Gerry masih berharap Ronan hanya menggertak Josh karena selalu bergonta ganti cewek, tapi mendengar cerita Josh Gerry merasa bahwa Ronan sungguh sungguh dan perjodohan pastilah adalah rencana Ronan untuk Josh. "Jadi dia ingin kamu menikah yah..." Gumam Gerry.
"Sudah ku bilang kan Ger!"
"Papamu benar benar tidak mau membiarkan kamu berkarir di industri ini." Gumam Gerry lagi.
Josh tiba tiba terbelalak 'Ah...! Itulah intinya....!' Josh seakan mendapat ilham seketika dari gumaman Gerry. 'Aku belum sepenuhnya berakhir... Itulah intinya! Dia tidak mau aku berkarir di industri ini. Dia benci aku seprti ini...' Josh yang tadinya merasa papanya telah mengalahkannya sepenuhnya kembali bersemangat. "Tidak. Tidak..Tidak! Aku masih bisa menyerangnya balik!!!" Seru Josh membuat Gerry tiba tiba bingung dengan nada suara Josh yang berubah.
"Hm? Menyerangnya?"
"Ger. Kalau aku menikah, bagaimana menurutmu dengan karirku?"
"Apa maksudmu?"
"Jawab saja pertanyaanku! Kalau aku menikah, bagaimana menurutmu karirku?"
"Wah anak ini..." Meski masih diliputi kebingungan, Gerry menjawab pertanyaan Josh "...kamu berbakat, dan selama ini kamu selalu tulus dan memberi yang terbaik untuk berakting. Jika kamu terus begitu, karirmu akan baik baik saja. Tapi... Apa.."
"Aku juga percaya diri." Sahut Josh memotong perkataan Gerry.
"Apa Rencanamu!??? Kamu mau menikah??? Kamu terdengar mau untuk menikah... woi?" Gerry heboh dengan rasa penasarannya.
"Aku akan tetap berkarir di industri ini sampai kapanpun bahkan sampai aku mati Ger. Tenanglah kamu!" Sahut Josh sengit.
***
Jam 10:35 Josh turun dari lantai dua. Semalam dia tidur larut karena berbincang bincang di telepon lama dengan Gerry. Dilihatnya papanya sedang membaca koran di ruang tengah.
"Mau kemana? Tidak ada pekerjaan hari ini kata Gerry." Ronan menegurnya ketika melihat Josh sudah berpakaian rapi.
"Aku ingin mengatakan sesuatu!" Josh menyahut dingin. Papanya terlihat mengernyit menatap Josh, dan mamanya langsung muncul dari dapur mendengar mereka. "...Tentang semalam apa papa bersungguh sungguh?"
"Tentu saja! sejak kapan papa tidak bersungguh sungguh!?" Ketus Ronan tak kalah dingin, tidak memandangi Josh.
"Baiklah. Aku akan mengikuti mau papa, dengan satu syarat, berjanjilah papa tidak akan mengusik pekerjaanku dan kehidupanku setelah itu..." Josh langsung to the point.
Ronan menutup koran dan memandangi josh.
"...Aku akan tetap berkarir di industri hiburan setelah aku menikah, papa tidak akan menyuruhku berhenti atau melakukan pekerjaan lain atas nama pernikahan... jika tak mau berjanji, aku tidak mau menikah... Kalau papa mau menghancurkan karirku sekarang terserahlah... Kita akan benar benar berperang, tentu saja aku tidak akan diam saja."
Dahi Ronan mengerut. Josh merasa puas dengan pemandangan itu. Baginya papanya kalah satu langkah darinya kali ini. Papanya tidak bisa bilang tidak, meskipun tujuan sebenarnya dari papanya memanglah menginginkan Josh berhenti dari dunia akting dan mengurusi bisnis.
Papanya tentu tidak bisa meminta dia serta merta berhenti karena Josh tau dengan sikap papanya yang sudah tau dendamnya, papanya akan menggunakan karirnya untuk mengancamnya.
Josh yang semalam sudah menerima nasib bahwa dia tidak akan bisa membalaskan kekecewaannya terhadap papanya, segera sadar papanya memang bermaksud perlahan lahan menghentikan karirnya dengan pernikahan ini. Josh langsung menggunakan karirnya sebagai senjata perlawanannya kepada papanya, karena papanya tidak berterus terang.
Yang terburuk mungkin dia harus menikah, tapi yang terpenting baginya adalah melawan papanya sampai akhir.
"Perjodohan kamu ini bukan main main yah. Papa menyuruhmu menikah dan berubah agar jadi pribadi baru yang serius dan berbeda dari kamu sekarang." Ucap Ronan yang terdengar hanya dalih bagi Josh. Ronan terlihat goyah.
"Tentu saja aku akan serius. Apa yang salah, Aku hanya bilang aku akan terus berakting dan papa harus janji tidak mengganggu karirku itu." Pungkas Josh
"Baiklah..." Ronan menjawab setelah terdiam beberapa detik
'Tch.' Josh mendengus dalam hatinya. Dia merasakan keterpaksaan papanya.
"...Tapi semuanya tergantung situasi. Papa tidak percaya kepadamu. ingat? papa akan megawasi kamu terus, Kamu menikah dengan anak sahabat papa by the way, masa kan papa akan lepas tangan begitu... Tentu saja... Setelah kamu menikah kamu bisa terus berakting, with attitude." Ronan mengiyakan permintaan Josh dengan ekspresi yang tidak keruan dan terlihat ragu bagi Josh.
"Okay... Kalau begitu...sekarang tidak ada masalah buatku." Ucap Josh percaya diri, "Kita sudah selesai bersepakat, aku akan pergi sekarang." Josh ancang ancang melangkah pergi.
"Mau keluar kemana kamu?"
" Diindustri ini aku begitu banyak pekerjaan, meski kalian tak percaya. Aku sibuk!... Tidak kah kalian juga? Kalian sangat sibuk dulu kenapa sekarang seperti kurang kerjaan?" Ketus Josh menyinggung papanya sambil melangkah.
"Papa sudah memberi kabar dan tinggal menunggu kabar dari teman papa, tunggu saja kabar perkembagan selanjutnya! Kamu jangan macam macam sampai saat itu tiba dan seterusnya! Kamu dengar?!!" Teriak Ronan buru buru.
'Menikahkan aku.. Tch... Dia pikir dengan begitu bisa menghentikanku dari hal yang tidak dia sukai? Bermimpilah.' Pikir Josh dalam hati menyimak peringatan Ronan sambil berlalu.