Ternyata Benar, Ambu sedang di makam Pak Faris. Menunduk, memeluk nisan suaminya. Tanpa alas dan Al-quran nya tepat di atas makam suami nya. Dela dan ilham menghampiri nya. Terlihat baju Ambu kotor karena tanah liat yang belum kering dari embun pagi hari.
“Ambu.” Dela duduk berjongkok di sebelah nya. Memegang pundak Ambu.
Ambu menoleh dengan muka kacau dan mata basah sehabis menangis. Ambu lalu duduk tegak tetap dalam keadaan duduk beralaskan tanah. Rok nya kotor dan baju yang sedikit berantakan.
“Kamu jadi pulang ke Jakarta hari ini?” tanya Ambu menghadap Dela. Dan Dela pun mengangguk.
“Kenapa masih ke sini, Nak?” tanya Ambu kembali tanpa menghilangkan kata Nak dalam bicara nya. Beliau tetap sayang Dela bagaiman pun Dela di mata para tetangga nya, meskipun Dela juga sering membuat nya