Mereka masih saling tenggelam dalam penyatuan bibir, lumayan lama. Namun akhirnya Ilham tersadar ia sekarang di rumah sakit, bukan lagi di rumahnya.
Jika benar-benar di rumahnya, ia akan menikmati bibir ranum istrinya sepuasnya.
Dela membuka matanya, setelah ikut menikmati tadi. Ia memang sudah lama tak disentuh oleh suaminya, namun bukan itu yang Dela rindukan, bukan tentang nafsu, hanya tentang kebersamaan yang membuatnya nyaman. Suaminya selalu memberi ketenangan untuknya.
“Kita pulang,?” tanya Ilham, mencairkan suasana yang membuat keduanya menjadi canggung. Dela hanya mengangguk.
"Oke, kalo gitu aku ke ruangan Dokter Riyan dulu, ya, mau ngambil resep obat buat kamu," pamit Ilham, Dela lagi-lagi mengangguk tanpa bersuara. Kejadian barusan membuatnya sedikit lebih cangung karena mu