“ Ayah!” Vier berlari memeluk Harry yang menciumi dirinya penuh rindu seakan itu benar benar nyata. Betapa inginnya dulu Harry untuk bertemu dengan putranya. Sekarang, mereka sudah terlihat seumuran. Vier tampak begitu tampan, tinggi dan juga tumbuh dengan baik, dibelainya rambut putranya itu lembut.
Vierpun menangis haru merasakan kasih sayang yang selama ini ia rindukan, walaupun itu hanya dalam mimpi semata
“ Ayah, aku sangat ingin bertemu denganmu.” Ujarnya dengan suara gemetar
“ Kau sudah sangat besar nak, saat ayah terakhir melihatmu kau masih sangat kecil, kau baru terlahir di dunia ini. Ayah sangat senang dan bangga memiliki putra sepertimu. Jaga ibumu ya.” Pesan Harry memegang pipi dingin putranya. Rasanya begitu hangat, seolah olah itu nyata.
“ Aku akan menjaga ibu, aku akan