Brak
Kiran melempar kesal tasnya di atas meja. Ia berangkat dengan niat ingin membuat Zora sakit hati. Tapi kenapa justru ia yang merasa sakit saat mendengar kata kata Zora.
“ Zora Zora Zora selalu saja Zora! Kenapa selalu Zora? Dia selalu menjadi yang paling cantik, mendapatkan semua yang terbaik. Aku sangat membencinya! Sangat membencinya! Untuk pertama kali ada yang lebih mencintaiku melebihi dirinya. Aku tidak akan melepaskan Vier.” Gumamnya mengusap rambut panjangnya ke belakang. Wajahnya memerah menahan amarah
“ Kau boleh saja menyebut Vier suamimu. Tapi dia mencintaiku, hatinya milikku.” Celetuk gadis itu kemudian mengulas senyum dingin
Ya, Vier milikku
Sementara itu di kediaman Edward, Vier tak hentinya menatap ke arah pintu kamar Ratih. Ibunya tidak ke luar sejak tadi masuk k